Welcome to Andi Insana Khaerunnisa blog
Friday, March 29, 2013
Just 4 Seoulmate: It's All About Korean Style
Adaideaja™ Corp kembali hadir dgn BengawanSeouL™, just 4 Seoulmate™: Korean Lover yg ingin Kaos Chibi Korea, K-Pop, Asesoris, pernak-pernik, Pola Hanbok, informasi tentang Korea, ada juga Sinopsis Korea Drama/ Movie
06/04/12
ROOFTOP PRINCE EPISODE 5
Setelah Lee Gak berkata kalau ia adalah Tae Yong, Tae Mu kaget, “Apa yang sedang dikatakan orang itu. Apa ia sudah merencanakan dari awal.” Tapi nenek menyuruhnya diam dan membawa Park Ha keluar, sehingga ia bisa berbicara dengan Tae Young secara pribadi.
Nenek bertanya pada Lee Gak apa tadi ia berkata kalau ia cucunya, Tae Yong. Lee Gak membenarkan. Nenek menangis, kemudian memeluknya.
Diluar, Sena ingin berbicara dengan Park Ha, Park Ha mengikutinya keluar. Sedangkan Tae Mu duduk dan shock. Ia teringat bagaimana ia memukul Tae Yong dan bagaimana Tae Yong jatuh ke air. Ia juga mengingat kalau hal yang sama terjadi pada Lee Gak.
Sena bertanya apakah Park Ha akan pergi ke Amerika. Park Ha menjawab kalau ini bukan waktunya untuk membicarakan itu. Sena heran kenapa ia selalu muncul dihadapannya. Dengan nada terluka, Park Ha bertanya apakah ia tidak suka bertemu dengannya.
Akhirnya Sena mengaku kalau ia berbohong pada Tae Mu maupun Presdir. Ia berbohong kalau ibunya tidak menjual ikan maupun punya adik tiri seperti dirinya. Ia memberitahu meraka kalau ibunya seorang Professor di Inggris dan ia berasal dari keluarga yang berada. Ia ingin menikah dengan Tae Mu apapun yang terjadi, jadi ia meminta Park Ha untuk tidak muncul di hadapannya lagi.
Sena menambahkan kalau Park Ha sudah menerima uangnya, jadi ia harus memenuhi syaratnya. Ia pun pergi dan kaget ketika melihat Tae Mu menghampirinya. Tae Mu memberitahunya kalau nenek ingin bertemu dengan wali Tae Yong, karena ia akan membawanya pulang ke rumah. Sena berbohong wali Tae Yong sudah pergi dan berjanji akan menelponnya. Ia pun mengajak Tae Mu pergi. Sedangkan Park Ha mendengar semuanya dari tempat yang tersembunyi. Ia terlihat sangat terluka.
Park Ha pulang ke rumah dengan perasaan sedih. Ia memandang rumahnya, bingung apa yang harus ia lakukan.
Ketiga pria yang lain baru saja mencuci rambutnya dan mengeringkannya dengan jari mereka. Chi San sangat senang karena rambut Man Bo terasa lembut. Man Bo menjelaskan kalau busa shampoo membersihkan kotoran di rambut mereka.
Park Ha masuk ke dalam rumah, ia kemudian memberitahu ketiganya kalau Lee Gak sekarang menjadi putra orang yang sangat kaya, jadi mulai sekarang mereka harus memikirkan diri mereka sendiri
Park Ha kemudian memandang gaya rambut ketiganya dan berkata kalau semua orang melihatnya aneh, besok ia akan membawa mereka ke salon untuk memotong rambut. Mereka semua jadi marah. Yong Sul tidak akan memaafkannya jika ia berani menyentuh rambutnya, sedangkan Chi San: “Walaupun itu dirimu, aku tetap akan mematahkan lehermu!” Man Bo: “ Daripada memotong rambutku, lebih baik kau memotong leherku!” Bagi mereka rambut yang panjang menyimbolkan harga diri mereka. Park Ha jadi sedikit ketakutan.
Lee Gak berada di rumah bersama nenek. Nenek menyuruhnya beristirahat dan mereka akan mengobrol besok. Lee Gak menurut padanya.
Lee Gak pergi ke kamar Tae Yong dan melikat ke selilingnya. Ia kemudian menatap foto Tae Yong, “Apa kau benar-benar reinkarnasiku? Kenapa kau menghilang dan aku disini? Apa kau sudah meninggal? Apa kau memanggilku kesini?”
Paginya, Nenek bertanya apa Lee Gak menginginkannya membeli rumah atap itu. Lee Gak bertanya apa rumah itu mahal? Nenek hanya tertawa. Rumah itu tidak mahal, hanya saja ia merasa sedih karena Lee Gak akan tinggal dirumah itu sampai ingatannya pulih. Lee Gak berjanji akan membayar kebaikannya. Nenek punya satu syarat, ia harus memotong rambutnya. Lee Gak langsung panik, “Jangan menyuruhku memotong rambut!” Tapi nenek berkeras, ia akan membelikannya rumah itu asalkan ia memotong rambutnya.
Yong Sul, Man Bo dan Chi San berdiri diluar, saat pemilik rumah menunjukkan ruangan itu pada calon penyewa yang baru. Pemilik rumah bertanya kapan Park Ha akan pindah Park Ha menjawab kalau besok ia akan pindah. Ketika Lee Gak datang, Park Ha bersikap dingin padanya dan segera masuk ke dalam rumah. Man Bo langsung melaporkan kalau ada masalah besar, Park Ha akan pindah dari rumah itu. Chi San sedih karena mereka akan kehilangan tempat tinggal sedangkan Yong Sul ingin melindungi tempat itu karena tempat itu adalah jalan pulang mereka.
Mereka masuk ke dalam dan Chi San memanggil Park Ha karena Lee Gak ingin berbicara padanya. Park Ha membawa baju lama mereka dan mengembalikan pada mereka. (bengawanseoul.com)Man Bo berkata kalau mereka belum membayar lunas hutang mereka, Park Ha hanya menyuruh mereka melupakannya dan menyimpan bajunya. Ia juga memberikan pedang Yong Sul dan menyuruhnya untuk tidak membawanya diluar, karena akan berbahaya. Lee Gak menyuruh yang lain keluar karena ia ingin berbicara dengan Park Ha.
Lee Gak minta maaf atas kata-kata kasarnya dulu, karena ia tidak tahu situasinya. Ia juga menyuruh Park Ha memberitahu pemilik rumah kalau ia tidak jadi pindah. Park Ha mengubah topik pembicaraan mereka dan bertanya apakah ia benar-benar cucu Presdir Kang. Lee Gak membenarkan. Park Ha tidak percaya padanya dan heran kenapa Presdir begitu mudah percaya padanya. Ia menyuruh Lee Gak membawa pergi ketiga pelayannya karena ia juga harus membereskan barang-barangnya.
Park Ha memberikan saputangan bersulam (yang dibuat oleh Bo Young, tapi diakui oleh Hwa Young). Lee Gak sangat senang dan langsung melihatnya, ia heran karena dulu gambar kupu-kupunya hilang dan sekarang sudah kembali. Ia pun menangis teringat istrinya yang sudah meninggal.
Di kamarnya, Park Ha mengeluarkan sketsa Tae Yong. Ia menatapnya dengan sedih kemudian memasukkannya kembali ke dalam kaleng.
Becky dan Mimi datang. Mimi bertanya apakah ia benar-benar pindah, apa yang terjadi, secara tidak sengaja ia menyenggol kaleng itu dan membuatnya tumpah, ponsel Tae Yong terlihat. Becky meminta Park Ha untuk tidak pindah dan meninggalkan mereka. Mimi bertanya alasannya pergi, tapi Park Ha hanya menjawab kalau semuanya terjadi begitu saja. Lee Gak mendengar semuanya kemudian keluar.
Lee Gak memberitahu pelayannya kalau mereka harus memotong rambut mereka. Mereka tidak percaya Lee Gak mengatakan itu. Yong Sul, “lebih baik potong leherku saja!”
Lee Gak memberitahu kalau mereka punya dua masalah yang harus diselesaikan. Masalah pertama adalah untuk menyesuaikan diri dengan keadaan jaman sekarang dan yang kedua untuk melindungi rumah atap. Satu-satunya cara untuk menyelesaikannya adalah dengan memotong rambut mereka. Ketiganya langsung memohon pada Lee Gak dan memegang kakinya.
Man Bo bertanya apa ia sadar. Yong Sul berkata daripada mereka memotong rambut dan merasa malu, lebih baik mereka bunuh diri disini. Ia akan mengambil pedangnya, yang lain langsung memegangnya dan menghentikannya. Lee Gak menyuruhnya memikirkannya lagi.
Mimi dan Becky melihat tingkah mereka yang aneh dan berkomentar kalau mereka menjadi gila karena Park Ha pindah dari rumah atap.
Mimi menggambar Lee Gak, Yong Sul, Man Bo dan Chisan memakai hanbok di layar komputernya. Mimi salah mengambil ponsel dan yang diambilnya adalah ponsel Tae Yong. Ia melihat foto Tae Yong dengan neneknya yang digunakan sebagai gambar latar ponselnya. (bengawanseoul.com)Ia berpikir kalau Lee Gak terlihat lebih baik jika rambutnya pendek.
Ayah Tae Mu mendengar kalau pria yang tenggelam kemarin sekarang tinggal di rumah nenek dan bertanya-tanya apa ia benar-benar Tae Yong. Tae Mu menjadi marah dan berkata kalau ia bukan Tae Yong, ia pasti sudah merencanakannya dari awal untuk menggantikan Tae Yong. Ayahnya ingin melaporkannya ke polisi, tapi Tae Mu menahannya (karena itu berarti hilangnya Tae Yong juga akan diselidiki dan Tae Mu takut kalau ketahuan jika ia yang membunuh Tae Yong). Tae Mu meminta ayahnya untuk mengumpulkan keluarga mereka.
Keluarga mereka berkumpul. Nenek bertanya apa Tae Mu ingin Lee Gak melakukan tes DNA, ia terlihat tidak setuju karena ia yakin kalau Lee Gak adalah Tae Yong. Tae Mu dan ayahnya membujuk nenek. Ini dilakukan supaya semuanya jelas.
Dokter berusaha mengambil sampel dari mulut Lee Gak, tapi Lee Gak ketakutan, jadi Tae Mu harus memeganginya. Tak sengaja ponselnya jatuh. Bibi mengambilnya dan melihat foto Tae Yong dengan nenek. Nenek juga melihatnya dan yakin kalau ponsel itu milik Tae Yong. Ia ingin Tae Mu menelpon nomor Tae Yong.Dengan gemetar Tae Mu melakukannya dan teringat ketika ia membuang ponsel itu. Tapi ponsel itu berdering, membuat Tae Mu membeku. Nenek berkata kalau Lee Gak adalah Tae Yong. Bibi memeluk Lee Gak, ia senang karena ia sudah kembali.
Ayah Tae Mu berkata dua tahun yang lalu Tae Mu sudah bersusah payah mencari Tae Yong, sekarang ia pasti merasa lega. Dengan enggan, Tae Mu membenarkan. Nenek meminta mereka untuk tidak membahasnya lagi. Ia menambahkan kalau Tae Mu dan Tae Yong harus bergaul akrab seperti dulu lagi. Keduanya mengiyakan.
Bibi berkata jika mereka membuka ponsel dan membaca sms serta melihat foto yang ada di mungkin mereka akan tahu apa yang terjadi dua tahun tang lalu. Tae Mu langsung gemetar ketakutan. Nenek menyuruh Sena untuk membukanya, tapi Sena tidak bisa karena ada passwordnya dan Lee Gak tidak ingat passwordnya. Bibi menyuruhnya untuk membawakanya ketempat servis, dengan membawa KTP, mereka bisa membuka passwordnya, siapa tahu mereka akan tahu apa yang terjadi di New York. Tae Mu terlihat gelisah. Nenek menyuruhnya pergi sekarang.
Di dalam mobil, Lee Gak mengambil saputangannya dan secara tidak sengaja, ponselnya iatuh. Tae Mu melihatnya tapi ia diam saja. Ia menyuruh Lee Gak keluar dulu, sedangkan ia akan memarkir mobil. Tae Mu mengambil ponsel Lee Gak dan mematikannya kemudian memasukkannya ke dalam saku.
Di tempat servis ponsel, Tae Mu berkata pada pelayan toko kalau ia datang untuk membuka password ponsel. Pelayan toko meminta KTP dan ponselnya, tapi Lee Gak tidak bisa memberikannya, ponselnya hilang.
Sena sedang ditelpon ibunya. Ibunya sedang menuju rumah Sena. Sena heran darimana ibunya tahu alamat rumahnya. Ibu berkata kalau ia bertanya pada Park Ha.
Ibu bercerita tentang uang Park Ha yang hilang, Ia akan mencoba mencari 20.000 dollar dan ia ingin Sena mencari separuhnya. Sena bertanya-tanya kenapa ia harus melakukannya. Ibu memberitahunya kalau Park Ha akan membayarnya ketika bisnisnya sudah berjalan. Ibu merasa sedih karena Park Ha gagal dalam bisnis pertamanya setelah menabung 2 tahun dan besok ia harus kembali ke Amerika. Sena hanya menyahut kalau itu sama saja baginya karena mereka seperti orang asing. (bengawanseoul.com)Ibu mengingatkan kalau Park Ha adalah adiknya. Tapi Sena menjawab kalau ia tidak pernah menganggap Park Ha adiknya.
Tae Mu menelpon dan bertanya apa Sena ada di rumah. Sena berbohong kalau ia belum tiba di rumah. Tae Mu berkata kalau ia akan menunggu karena ia akan tiba dalam 5 menit. Sena segera membawa ibu keluar, karena terburu-buru tas belanjaan ibu ketinggalan.
Tae Mu masuk ke dalam rumah dan ingin menghancurkan ponsel Tae Yong dengan batu, tiba-tiba Sena datang dan Tae Mu langsung menjatuhkan ponsel itu ke dalam tas belanja ibu. Karena Tae Mu merasa lapar, Sena mengajaknya makan mie di luar.
Saat mereka akan pergi, Sena melihat ibunya kembali, ia kemudian menyuruh Tae Mu untuk memesan makanan dulu karena ia harus melupakan sesuatu. Ibu mengambil tasnya dan Sena segera menyuruhnya pergi. Ia meminta ibu untuk tidak mengatakan tentang uang itu pada Park Ha. Tae Mu merasa gelisah dan kembali ke rumah Sena, ia melihat ibu keluar dari lift.
Tae Mu mencari tas itu tapi Sena berkata kalau ia sudah membuangnya. Tae Mu beralasan kalau ia menjatuhkan kartunama koleganya disana. Ketika Sena bertanya apa ia mau mencarinya di tempat sampah, Tae Mu menolak dan berkata kalau ia bisa mendapatkan nomor telpon orang itu besok di kantor.
Park Ha memandang ruangan yang kosong dan teringat tentang bonekanya. Ia kemudian berlari dan menghentikan truk pindahan dan mencari bonekanya.
Nenek, bibi, Lee Gak dan ketiga pria yang lain sedang makan malam. Mereka memandangi makanan malam mereka yang berupa steak dan sayuran. Bibi bertanya apa mereka juga seorang seniman dan berapa lama mereka memanjangkan rambutnya. Man Bo menjawab kalau mereka memanjangkannya sejak lahir.
Mereka tidak tahu cara menggunakan pisau dan garpu. Chi San berkata kalau Yong Sul sangat pandai menggunakan “pisau”. Yong Sul pun minta ijin pada nenek untuk menggunakan “pisaunya”. Nenekpun mengijinkan. Ia langsung mengeluarkan pedangnya sambil menyuruh semua orang untuk mengangkat piringnya. Ia pun memotong steak dan sayuran semua orang. (bengawanseoul.com)Bibi dan nenek terlihat ketakutan. Awalnya, Lee Gak terlihat bangga, tapi ketika ia melihat reaksi nenek dan bibi, ia tahu kalau itu bukan hal yang bagus. Ia berusaha menghentikan Yong Sul, tapi ia tidak mendengarkannya.
Lee Gak dan ketiga pria yang lain masuk kekamar Tae Yong dan melihat fotonya. Lee Gak menyuruh mereka mendengarkan, ketika mereka tinggal disini, mereka tidak boleh memanggilnya Yang Mulia. Mulai saat ini ia bukan Putra Mahkota, tapi Tae Yong. Sebentar lagi mereka akan melihat reinkarnasi Putri Mahkota juga. Man Bo bertanya apa ia sudah melihat reinkarnasi putri Mahkota itu, Lee Gak membenarkan, oleh karena itu ia harus jadi Tae Yong, mungkin Tae Yong yang sebenarnya sudah meninggal, oleh karena itu ia sekarang ada disini. Ia ingin tahu kenapa Tae Yong meninggal dan hubungannya dengan kematian Putri Mahkota. Setelah ia tahu kebenarannya, maka mereka akan pulang ke Joseon. Mereka pun berjanji akan menganggap mereka Tae Yong.
Park Ha sedang memandang boneka pria dan wanitanya yang terbuat dari batu dan benang, tetapi ia menjatuhkannya. Boneka tersangkut pada sebuah kabel. Ia sedang mencoba mengambilnya ketika Lee Gak datang. Ia mengira kalau Park Ha ingin bunuh diri, jadi ia berusaha menolongnya dan memeluknya dari belakang dan menariknya menjauh dari pinggir pagar.
Ternyata ia memeluk terlalu erat sehingga Park Ha tercekik. Ia berteriak dengan panik, meminta Park Ha untuk tidak bunuh diri. Ia menyuruh Park Ha berjanji, setelah ia mengiyakan, Lee Gak baru melepaskannya. Park Ha heran kenapa ia melakukan ini dan Lee Gak balas bertanya apa yang sedang ia lakukan disana. Park Ha menunjukkan bonekanya yang terjatuh. Lee Gak mengambilkannya. Ketika Lee Gak mengulurkannya, Park Ha langsung merebutnya dan cemberut. Lee Gak berkata kalau tingkah lakunya selalu sama.
Park Ha bertanya, kenapa Lee Gak datang ke rumahnya. Ia menunjukkan soju dan krim kocok yang dibawanya.
Ketiga pria yang lain tinggal dirumah nenek. Mereka mengenakan baju mereka yang lama. Hari ini mereka akan memepringati hari kematian ibu Man Bo. Mereka pun mempersiapkan makanan dan barang yang dibutuhkan.
Park Ha dan Lee Gak minum soju di ruangan yang kosong. Lee Gak menyuruh Park Ha untuk makan krim kocok yang terasa manis itu, tapi Park Ha hanya berkata kalau ia hanya akan minum yang pahit saja. Lee Gak tidak mengerti maksudnya, tapi Park Ha tidak mau memberitahunya.
Lee Gak mengkritiknya karena berbicara bahasa informal padanya dan menyuruhnya untuk menggunakan bahasa formal. Park Ha menjawab jika ia cucu Presdir, maka ia tidak lebih tua 300 tahun. Ia ingin tahu siapa yang oppa atau yang noona, tapi Lee Gak tidak ingat umurnya. Park Ha juga berkata kalau ia tidak ingat juga.
Chi San mencari makanan di lemari es untuk upacara peringatan ibu Man Bo. Ia melihat saus yang biasa digunakan Park Ha untuk omuricenya. (bengawanseoul.com)Ia membauinya kemudian memakannya sedikit. Nenek juga masuk ke dapur karena ingin minum. Ia melihat pintu lemari es terbuka. Ia segera menutupnya. Ia melihat Chi San dengan mulut yang dipenuhi saus yang terlihat seperti darah. Nenek pun pingsan.
Park Ha memberitahu Lee Gak pada umur 9 tahun, ia mengalami kecelakan dan hilang ingatan. Sejak saat itu, ia tidak pernah punya ingatan yang menyenangkan. Ketika ia sedang mengalami hal yang berat, maka ia akan membayangkan dirinya berada dipantai dan beristirahat dibawah pohon palem. Ia menunjukkan gambar pantai di ponselnya. Walaupun ia belum pernah ketempat seperti itu, jika ia membayangkannya, ia merasa lebih baik.
Ia menunjukkan boneka lelaki dan perempuan yang dijatuhkannya tadi. Jika tangannya diikat kebelakang punggungnya, maka mereka akan membantunya mengumpulkan uang. Jika kaki mereka yang ditautkan, maka ia akan mendapatkan cinta. Jika kedua tangan mereka ditautkan maka mereka sedang mendoakan kesehatannya. Lee Gak bertanya kalau selama ini ia membuat harapan seperti itu kenapa ia berakhir seperti ini. Park Ha menatapnya dengan tajam karena ia sangat kasar. Ia pun memberikan boneka itu dan menyuruhnya membuat permintaan. Lee Gak, “Tunggu dan lihatlah.”
Bibi terbangun dan Yong Sul masuk ke dalam kamarnya. Ia bertanya dimana mereka menyimpan minuman keras. Bibi ketakutan dan mengira kalau ia malaikat pencabut nyawa. Ia berkata kalau ini belum waktunya dan ia belum ingin mati. Ia pun memukul Yong Sul. Yong Sul heran kenapa bibi berbuat hal seperti itu, tapi bibi malah pingsan.
Lee Gak menurunkan tirai Park Ha dan menyelimutinya. Ia bertanya apakah Park Ha akan pergi ke Amerika besok. Park Ha menjawab kalau ia harus pergi karena ia terlanjur membeli tiket pesawat dan mendapatkan rumah disana. Lee Gak bertanya lagi apakah ia tetap pergi jika ia punya rumah disini?Park Ha berkata kalau semuanya sudah berakhir dan ia harus pergi. Lee Gak, “ Tinggallah disini.”
Ketiga pria itu sudah mengumpulkan makanan dan membungkuk didepan meja altar. Seorang wanita yang menggunakan masker putih datang. Man Bo memanggilnya ibu dan ketiga pria itu pingsan karena mereka berpikir kalau mereka melihat hantu. Ternyata wanita itu adalah pembantu di rumah nenek. Ia heran apa yang sedang mereka lakukan.
Park Ha dan Lee Gak tertidur. Kepala mereka bertabrakan ketika mereka terkantuk-kantuk. Ketika Park Ha membuka mata, Lee Gak sudah pergi.
Paginya, Lee Gak menyuruh yang lain untuk duduk di belakang. Ketika Lee Gak dan sopir masuk, ternyata kursi belakang kosong. Mereka segera keluar dan melihat ketiga pelayannya itu berdesakan masuk ke dalam bagasi. Mereka terbiasa duduk di bak belakang, jadi mereka mengira kalau itu tempat yang benar. Man Bo dan Chi San tersenyum pada mereka sedangkan supir Lee Gak tidak kuat menahan senyumannya.
Keempat pria itu kemudian berdiri didepan kantor Home Shopping. Lee Gak menunjuk Sena dan berkata kalau ia Putri Mahkota. (bengawanseoul.com)Chi San akan masuk duluan dan membawa Putri Mahkota untuk Lee Gak.
Tapi ketika akan masuk gedung, pihak keamanan menahannya. Pria yang berambut panjang tidak boleh masuk. Man Bo juga mencoba dan bertanya siapa pimpinan mereka karena ia ingin bernegosiasi, tapi ia juga ditolak karena rambutnya panjang. Akhirnya Yong Sul berkelahi dengan mereka, kemudian masuk kedalam, karena pintunya pintu putar, maka ia keluar lagi dan berkelahi dengan pihak keamanan. Begitu seterusnya, terjadi berulang-ulang.
Lee Gak berkata kalau mereka tidak akan bisa masuk ke dalam dengan penampilan seperti ini. Mereka harus mengikuti kebiasaan mereka. Solusinya hanya satu, mereka harus memotong rambut. Ketiga pria itu menangis dan memanggil Lee Gak, “Yang mulia.”
Park Ha berbicara pada bonekanya apakah ia akan pergi atau tidak. Ia merasa bingung. Ia akan membiarkan boneka itu terjatuh, jika ia terjatuh kedepan, maka ia akan pergi, jika boneka itu jatuh ke belakang, maka ia tidak akan pergi. Ia menjatuhkannya tiga kali. Dua terjatuh kedepan dan yang terakhir terjatuh kebelakang, “Jika ia (Lee Gak) ingin menahanku, apa aku harus tetap tinggal?” Ia mendengar suara langkah kaki, Park Ha tersenyum dan berjalan menuju pintu.
Ia keluar dan melihat keempat pria itu berdiri disana. Park Ha bertanya apa yang mereka lakukan disini. Lee Gak berkata kalau mereka ingin membuat foto kenangan. Lee Gak menyuruh Park Ha untuk mengeluarkan kameranya. Park Ha terlihat kecewa. Mereka pun bersiap untuk difoto.
Keempat pria itu berpose dengan Lee Gak duduk ditengah. Park Ha menyuruh mereka diam. Ia mengkoreksi setiap orang dan secara tidak sadar Lee Gak menuruti kata-katanya. Park Ha bertanya pada Yong Sul apakah ia sedang marah pada seseorang, ia harus tersenyum. Kemudian ia menyuruh Chi San untuk tidak mengangkat dagunya terlalu tinggi. Ia juga memerintahkan Man Bo untuk tidak menyilangkan tangannya. Yang terakhir, ia mengkritik Lee Gak, apakah ia akan berfoto sendirian dan menyuruhnya menggeser tubuhnya sehingga ia bisa ikut berfoto.
Ia pun menyalakan timer dan berlari duduk disebelah Lee Gak. Mereka mengambil banyak gambar dengan senyuman yang canggung.
Di salon, keempat pria itu duduk dikursinya dan Lee Gak menyuruh kapster untuk mulai memotong rambut mereka. Chi San melarikan diri dan berkata kalau ia tidak bisa, tapi Yong Sul menghentikannya. Man Bo memberitahu Lee Gak kalau ini belum terlambat. (bengawanseoul.com)Lebih baik ia menyerah dan tidak membeli rumah atap itu. Lee Gak menyuruh kapster itu untuk memotong rambutnya. Yang lain menangis dan memohon supaya ia tidak melakukannya. Awalnya Lee Gak menangis, yang lain kemudian mengikutinya.
Lee Gak kembali ke rumah Park Ha, tapi ternyata ia sudah pergi.
Park Ha sedang berada di halte. Ia masuk ke dalam bis, tepat saat Lee Gak melihatnya. Lee Gak berusaha mengejar bis itu dan memanggil-manggil namanya.
Lee Gak tidak memperhatikan jalan dan hampir tertabrak truk. Sopir truk itu menyuruhnya untuk memperhatikan jalan, jika ia ingin menyeberang. Ia mengajaknya ke rumah sakit untuk memeriksakan tubuhnya. Lee Gak berkata kalau ia baik-baik saja dan harus mengejar bis itu. Ia kemudian melihat papan iklan tentang sebuah resort di pantai yang terletak di bak belakang truk. Lee Gak meminta supir truk itu menjual papan itu, ia akan membelinya dengan harga dua kali lipat. Ia pun menunjukkan kartu kreditnya.
Lee Gak menumpang truk itu untuk mengejar bis. Ketika truk itu melewati bis tersebut, Park Ha melihat papan itu dan tersenyum. Lee Gak mengeluarkan kepalanya dan terus memanggil nama Park Ha. Akhirnya Park Ha melihatnya dan Lee Gak menyuruh Park Ha turun. Karena Park Ha tak bergeming, maka Lee Gak menyuruh sopir bis berhenti.
Didalam bis, Lee Gak berteriak pada Park Ha, “ Kau akan pergi kemana tanpa ijinku!” Park Ha mengira kalau mereka sudah mengucapkan selamat tinggal, karena mereka sudah membuat foto kenangan. Ia berpikir kalau mereka sudah merelakannya pergi. Lee Gak memberitahunya kalau mereka mengambil foto kenangan untuk mengingat rambut mereka.
Lee Gak, “Sekarang kau sudah punya pantai. Kau tidak perlu pergi jauh lagi. Ayo pergi.”
Ia menarik tangan Park Ha dan menyeretnya keluar dari bis. Semua penumpang bertepuk tangan. Mereka akhirnya berdiri ditepi jalan. Lee Gak masih memegang tangan Park Ha. Ia kemudian melepaskannya. Mereka saling menatap dan Park Ha menunjuk rambutnya yang sekarang sudah pendek, Lee Gak pun tersenyum.
Mereka duduk di tepi truk sambil memandang papan iklan itu. Lee Gak, “Mulai saat ini, kenangan yang indah akan datang.” Mata Park Ha pun berkaca-kaca.
Seseorang membunyikan klakson. Park Ha kaget dan hampir terjatuh. Lee Gak segera menangkapnya dan memeluknya. Ia segera melepaskan pelukannya dan mereka saling menatap satu sama lain.
credit: www.dramabeans.com
Posted by Seoulmate™
Labels: Korean Drama, rooftop prince, sinopsis
11 comments:
My Obsesion mengatakan...
tambah seru nih :D
7 April 2012 00.17
Anonim mengatakan...
hahaha.......... ceritanya makin keren,, asli bikin aq tertawa ngakak pas baca sinopsisnya,,,, gumawo ^_^ tetap semangat ya melanjutkan sinopsisnya
FIGHTING !!! ^_^'
ADHAYATI
7 April 2012 05.20
Anonim mengatakan...
ukh sebel banget ngiliat Sena n Tae Mu,,,,,, klo prediksi aq liat dari masa depan sekarang, sprtinya yang meninggal di danau jaman Joseon bukan putri mahkota tapi adiknya,,, (just prediction)
thanks ya sinop nya sangat2 up to date,,, selalu di tunggu episode2 selanjutnya Hwaiting...
7 April 2012 05.27
Anonim mengatakan...
lee gak so sweet...
di tunggu lnjtanx
Gomapta,,
7 April 2012 07.11
nevi mengatakan...
smp di epi 5 masih bisa tertaw liat adegan meereka ber-4. g tau ntr pas ditengah-tengahnya
7 April 2012 08.31
liberty86 mengatakan...
ttp syukaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
7 April 2012 13.01
yola mengatakan...
lanjut EP 6 Eonnie, gumawo....:)
9 April 2012 06.54
chianza mengatakan...
wau, kocak abis,, lanjutin ke EP slanjutnya ya....
11 April 2012 08.58
Anonim mengatakan...
Sambil baca sinopnya pasti cengingisan bahkan sampe ngakak ngakak. Haduuh...emang 4 sekawan ini gokil abis^^
11 Maret 2013 06.32
Anonim mengatakan...
Wkwkwkwk....ep.5 mkn lucu gak sabaran liat aksi mrk di Indosiar..
16 Maret 2013 19.43
Anonim mengatakan...
pas terakhir romantis bngt
19 Maret 2013 00.37
Poskan Komentar
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
안녕하세요
email aktip :
°•♡•° BengawanSeouL.com
HOME
About BengawanSeouL
Contact Us
Product T-Shirt
Product Seoulvenir
°•♡•° LOPeR KOReAN °•♡•°
▼ 2012 (68)
► Juni (3)
► Mei (2)
▼ April (13)
► Apr 27 (1)
► Apr 22 (1)
► Apr 21 (1)
► Apr 19 (1)
► Apr 17 (1)
► Apr 15 (1)
► Apr 12 (1)
► Apr 10 (1)
► Apr 08 (1)
▼ Apr 06 (1)
ROOFTOP PRINCE EPISODE 5
► Apr 05 (1)
► Apr 03 (1)
► Apr 01 (1)
► Maret (19)
► Februari (17)
► Januari (14)
► 2011 (158)
Hanbox Office
49 days (21)
asesoris (1)
bengawanseoul (2)
can't lose (19)
chibi korea (3)
city hunter (21)
couple Korea (1)
flower boy ramyun shop (18)
gantungan kunci (1)
gokil (1)
hanbok (1)
jade palace lockheart (26)
kaos korea (5)
king 2 heart (12)
Korean Lover (3)
lyrics (1)
my Princess (17)
Painter of the wind (21)
rooftop prince (14)
Seoulmate (3)
sinopsis (204)
soundtrack (5)
the greatest love (17)
the moon that embraces the sun (29)
tourism destination in Korea (1)
wild romance (1)
KoREAtif LiNK
adaideaja corp
KaosTomat: Kaos Lucu
Kaos Papananda: Beby Lucu
adverSinting gokil
pesen jaket kelas
Behind The Scene Gokil
desain web keren
Seminar owner BengawanSeoul
EURO 2012
KPOP Detik
DagDigDug nggak?
K-Pop Corn
K-Ompas
Fun Tees Distro
clean like seoul
안녕하세요
follower
BerSeouL: sit suit
profile
Join the conversation
어서 오세요
counter
Copyright (c) 2010 Just 4 Seoulmate: It's All About Korean Style. Designed by Free MMOs
Browser Games, Best Toys
Just 4 Seoulmate: It's All About Korean Style
Adaideaja™ Corp kembali hadir dgn BengawanSeouL™, just 4 Seoulmate™: Korean Lover yg ingin Kaos Chibi Korea, K-Pop, Asesoris, pernak-pernik, Pola Hanbok, informasi tentang Korea, ada juga Sinopsis Korea Drama/ Movie
03/04/12
ROOFTOP PRINCE EPISODE 4
Setelah Lee Gak menghampirinya dan memeluk Sena, ia menamparnya dan Lee Gak diseret pergi. Lee Gak berteriak menyuruh mereka melepaskannya. Orang-orang bertanya pada Sena apakah ia baik-baik saja ketika Lee Gak dilemparkan keluar. Lee Gak berusaha masuk lagi, tapi ia kembali di dorong keluar. Ia terus menatap Sena dari dinding kaca.
Park Ha menggantung boneka yang dimenangkannya bersama Lee Gak di jendela. Ia kemudian melihat orang yang memasang nama tokonya dan memastikan papan nama itu terpasang kuat. Pemilik toko datang dan kagum karena Park Ha sudah menyiapkan segalanya dengan cepat. Park Ha berterimakasih padanya karena sudah membiarkannya menyiapkan segalanya sebelum mereka menyelesaikan kontrak.
Park Ha mengambil amplop dalam tasnya dan tahu kalau ceknya hilang. Ia segera mengeluarkan seluruh isi tasnya, tapi tetap tidak menemukannya. Pemilik toko bertanya apa uangnya hilang. Park Ha berkeras kalau ia sudah memastikan kalau cek itu ada dalam ampolp dan tidak pernah pernah membiarkan tasnya lepas dari pengawasannya. Pemilik toko bangkit, Park Ha minta maaf serta menyuruhnya menunggu sebentar. Ia pun menelpon Sena.
Sena tidak mengangkatnya dan teringat bagaimana ia mengambil cek itu kemudian merobeknya. Ia tersenyum tapi tetap tidak mengangkatnya.
Pemilik toko bertanya apakah ia benar-benar menyiapkan uangnya. Park Ha meminta sedikit waktu lagi dan berjanji kalau besok ia akan membayar. Pemilik toko menolak dan menyuruhnya menurunkan papan nama dan membereskan segalanya dalam satu jam karena ia akan menyuruh orang untuk mengunci toko itu.
Pada saat yang sama, buah strawberrynya sampai di toko. Mimi, Becky, Yong Sul, Man Bo dan Chi San datang untuk membantunya. Mereka melihat Park Ha duduk ditanah sambil menangis.
Nenek dan Sena keluar dan Lee Gak masih menunggu di luar. Ia memanggil Sena, tapi para penjaga menahannya sampai Nenek dan Sena pergi. Lee Gak berusaha mengejar mereka.
Ibu Sena bertanya apa yang terjadi padanya, apa ia tidak menyimpan uangnya dengan baik? Park Ha berkata kalau ia bisa mendapatkan uangnya kembali karena ia sudah membatalkan ceknya, hanya saja prosesnya membutuhkan waktu lama. Ia ingin meminjam uang pada ibu. Sayangnya ibu tidak punya uang. Jika ia tidak segera membayar, maka ia akan kelhilangan kontrak dan uang muka tokonya. Tiba-tiba Sena datang dan bertanya apa yang ia lakukan disini. Ibu menyuruh Park Ha untuk berbicara dengan Sena, siapa tahu ia akan membantunya.
Sena bertanya apa Park Ha tidak ingat kata-katanya yang menyuruhnya untuk tidak dekat-dekat dengan ibunya. Park Ha minta maaf, tapi sekarang keadaannya sedang mendesak. Sena menawarkan kalau ia akan memberinya uang asalkan Park Ha mau kembali ke Amerika. Ia ingin segalanya kembali seperti semula ketika mereka tidak mengenal satu sama lain. Park Ha hanya ingin ia membantunya tanpa memberikan syarat, tapi Sena berkeras dan meminta jawabannya besok. Park Ha langsung lemas.
Hari mulai hujan dan Park Ha segera berlari ke truknya untuk menutupi buah strawberrynya. Sedangkan Lee Gak masih berdiri didepan gedung, basah kuyup kehujanan. Tiba-tiba Park Ha teringat kalau ia harus menjemput Lee Gak dan membuatkan omurice untuk makan malam.
Ia kemudian berlari dan melihat Lee Gak yang basah dan kedinginan. Park Ha minta maaf karena ia terlambat. Lee Gak memarahinya, “Kemana saja kau? Kenapa baru datang sekarang?” Park Ha menjelaskan kalau ia ada urusan mendadak. Lee Gak bertanya apa janjinya kepadanya tidak penting, apa ia sudah tidak peduli padanya lagi? Park Ha balas berteriak kalau saat ini ia tidak bisa memikirkan apapun, ia langsung berlari untuk menjemputnya disini. Lee Gak menyebutnya pedagang rendahan. Park Ha tersinggung kemudian langsung pergi dan Lee Gak mengikutinya.
Sebelum mereka masuk ke dalam rumah, Lee Gak berkata kalau satu-satunya hal yang diperhatikan Park Ha adalah uang. Setelah membuka toko, ia langsung mencari uang dengan membabi buta sehingga lupa menjemputnya. Ia kemudian berbicara hal yang buruk padanya. Park Ha yang sedang kesal bertanya apa yang ia tahu sehingga ia berkata seperti itu.
Lee Gak mengomel kalau Park Ha adalah orang yang tidak bisa dipercaya sehingga bisnis apapun yang dilakukannya akan gagal. Park Ha tersinggung dan menyebut Lee Gak orang yang tidak tahu diri dan kasar. Ia adalah orang bodoh yang tidak bisa melakukan apapun. Lee Gak berteriak dan menyuruhnya diam. Park Ha ingin memukulnya, tapi Lee Gak memegang pergelangan tangannya dan mereka saling melotot satu sama lain.
Kembali ke jaman Joseon. Hwa Young menunggu Lee Gak dan bertanya ia pergi kemana saja dan kenapa ia baru datang sekarang. Lee Gak merasa senang karena bisa menemukan istrinya lagi. Ia kemudian bertanya kemana saja ia pergi. Hwa Young menjawab kalau ia menunggunya disini. Lee Gak memberitahunya kalau ia sudah mencarinya kemana-mana dan menyuruh Hwa Young untuk tidak pergi kemanapun. (bengawanseoul.com)Lee Gak memegang tangannya, Hwa Young sangat bahagia. Mereka saling berpelukan. Tiba-tiba Lee Gak mendengar dering ponsel Park Ha. Tiba-tiba Park Ha muncul dan menariknya dari Hwa Young, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukannya. Park Ha menyeret Lee Gak pergi.
Lee Gak terbangun dan berkata kalau ia mimpi buruk.
Paginya, suasana masih tegang, Chi San memberitahu Park Ha kalau Lee Gak sangat lapar jadi ia harus membuatkan omurice untuknya, tapi Park Ha mengabaikannya dan segera pergi. Man Bo ingin mengejarnya tapi Lee Gak menahannya, “Jika kita mengejarnya, kita akan tersesat.” Yong Sul mengusulkan kalau ia akan pergi keluar dan berburu anjing, sapi, babi, ayam atau apapun yang bisa ia tangkap. Man Bo menghentikannya dan menyuruhnya berpikir sebelum bertindak, karena diluar yang ada hanyalah manusia. Chi San mengusulkan kalau ia akan membeli ramen di minimarket, tapi Lee Gak hanya tertunduk, “ Aku tidak punya uang.”
Park Ha bertemu dengan temannya Amy dan suaminya. Ia memberi selamat serta hadiah pernikahan.
Becky datang dan menyuruh mereka bergegas pergi kerja. Chi San langsung menutup mulutnya, karena mereka tidak ingin Lee Gak tahu. Man Bo melarang Lee Gak pergi karena kemarin ia kehujanan dan menyuruhnya menunggu di rumah.
Man Bo bekerja sebagai tukang parkir. Dengan melakukannya dengan penuh semangat, tapi akhirnya ia hanya membuat kemacetan di tempat parkir.
Yong Sul bekerja di sebuah kafe. Pemiliknya berpikir kalau kafenya lebih ramai karena Yong Sul sangat tampan. Yong Sul berjanji kalau ia akan melakukan yang terbaik. Yong Sul belum tahu tentang kartu kredit dan berkata pada seorang pelanggan, “Apa aku terlihat bodoh? Kau harus membayar dengan uang!”
Chi San bekerja di pencucian mobil. Ia sangat senang melakukannya dan bekerja dengan rajin. Tapi dengan santai ia juga mencuci bagian dalam mobil. Ia menggosok jok kulit dengan air sabun. Ia berkata kalau ia akan mengubah bagian dalam dan luar menjadi baru.
Amy membawakan kaleng dari loker Park Ha ketika ia bekerja di New York. Park Ha berterimakasih padanya.
Lee Gak mendengar kalau usaha Park Ha gagal karena ia kehilangan uang, jadi mereka harus bekerja dan membantunya. Lee Gak teringat kata-kata kasar yang diucapkannya kemarin dan mulai merasa bersalah.
Mimi mengambil boneka yang dimenangkan Lee Gak dan meremasnya sehingga airnya keluar, “Pemilikmu gagal, jadi kau menangis juga.” (bengawanseoul.com)Becky mengetuk pintu dan menyuruh ke empat pria itu keluar, “Oppa, jika kau ada di Korea, kau harus bergerak cepat, jika tidak, kau akan kelaparan!” Yang lain menyuruh Lee Gak tinggal, tapi Mimi menyuruhnya ikut karena ia terlihat sehat. Ia kemudian memberikan boneka basah itu dan memberitahunya kalau boneka itu menangis semalam dan menyuruhnya untuk menghiburnya.
Amy meminta Park Ha untuk bekerja di restorannya di New York. Di bis, Park Ha teringat kalau Sena pernah menawarkan uangnya asalkan ia mau kembali ke Amerika. Ia melihat kaleng yang dipegangnya dan memikirkan tawaran Amy. Ia kemudian duduk di halte, tak tahu apa yang harus diperbuatnya.
Park Ha pulang dan melihat bonekanya. Ia teringat bagaimana ia memenangkannya bersama Lee Gak.
Becky sedang menari dan ketiga pria yang lain mengikuti gerakannya sedangkan Lee Gak hanya melihat mereka. Lee Gak menggelengkan kepalanya, kemudian mencoba tarian itu tanpa diketahui yang lainnya. Mimi datang dan menyuruh mereka untuk bergegas. Becky pergi untuk berganti kostum (panda). Yong Sul bertanya apakah mereka harus menari didepan orang-orang dengan memakai kostum ini?
Mimi menyuruh mereka menari seperti orang gila agar orang-orang datang ke toko mereka. Man Bo mengeluh karena itu memalukan. Chi San menenangkannya karena wajah mereka tidak kelihatan karena memakai kostum boneka. Mimi berkata kalau mulai sekarang mereka bukan manusia, merka tidak boleh berbicara dan harus berakting seperti kucing, kelinci dan anjing. Ketiganya bersujud pada Lee Gak dan Lee Gak menyuruh mereka untuk tampil dengan baik. Mimi memandang Lee Gak dengan sinis, karena ia tidak mau bekerja.
Ketiga pria itu menari, sedangkan Mimi menawarkan strawberry. Lee Gak muncul dengan mengenakan kostum panda, tapi mereka semua mengira kalau ia Becky. Mimi mengeluh kalau ketiga pria itu tidak bisa menari dan menyuruh panda untuk mengajari mereka. Mimi menyalakan musik dan Panda menari seperti orang gila, ketiga pelayannya segera mengikutinya dan orang-orang senang melihatnya.
Ayah Tae Mu bertanya apa Tae Mu mengganti model gaun pernikahan untuk malam ini, bibi marah karena Tae Mu mengganti mereka. Bibi datang dan bertanya bagaimana Tae Mu bisa melakukan ini padanya. Ia sudah memberitahunya berkali-kali kalau ia harus baik pada putra temannya, model itu dari agensinya. Tae Mu berkata kalau ada model yang lebih baik. Bibi merasa dilecehkan, jika semua orang mengabaikan apa yang dikatakannya, maka ia merasa tidak penting lagi.
Bibi bertemu seorang pria dan menyuruhnya untuk kembali ke Seoul, memohon pada nenek untuk memberinya pekerjaan. Pria itu tidak mau karena ia sudah membuat perusahaan kehilangan banyak uang. Ia lebih senang disini ditemani anjing-anjingnya.
Nenek khawatir karena mereka mengganti modelnya dan menggunakan model yang kurang pengalaman. Tapi Tae Mu meyakinkannya kalau pegelaran busana malam ini akan berhasil. Mereka akan menggunakan karyawan perusahaan sebagai model. Nenek bertanya siapa karyawan tersebut. Tae Mu menjawab kalau Sekretaris Hong (Sena) kelihatannya cocok. Nenek kemudian menyuruh Sena untuk mengenakan baju pengantin malam ini dan menikah. Sena berkata kalau ia tidak bisa, tapi nenek memaksanya.
Sena bertanya kenapa Tae Mu melakukan ini, menjadikannya model tanpa memberitahunya, tapi Tae Mu memeluknya. Sena khawatir kalau ada yang melihat mereka, tapi Tae Mu tidak peduli, ia pemilik perusahaan ini, untuk apa ia memikirkan orang lain. Sena mengingatkannya kalau ia bukan pemiliknya. Tae Mu: “ Aku akan menjadi pemiliknya. Segera.”
Park Ha muncul dan bertanya pada Mimi kenapa ia menjualnya tanpa memberitahu pemiliknya? Mimi memberitahunya kalau mereka hampir menjual semua strawberry mereka. Park Ha berterimakasih padanya. (bengawanseoul.com)Mimi berkata sambil menunjuk panda kalau Becky juga membantunya. Tiba-tiba panda pingsan karena kecapekan. Park Ha langsung menghampirinya dan bertanya apa ia baik-baik saja. Lee Gak yang tak ingin Park Ha tahu hanya memberi isyarat kemudian pingsan lagi. Park Ha pergi ke kantor satpam sedangkan Yong Sul mengendong panda dan megikuti satpam ke suatu tempat.
Satpam itu menyuruh Yong Sul untuk membaringkan panda dan melepaskan kostumnya. Tapi Yong Sul tidak membiarkan satpam itu melakukannya karena didalamnya seorang wanita.
Yong Sul keluar dan memberitahu Park Ha kalau Becky ada didalam. Pada saat yang sama, Lee Gak melepas kepala pandanya dan mengipasi dirinya, karena didalam kostum itu sangat panas. Ia mendengar Park Ha menyuruh Yong Sul memberitahu Mimi kalau ia tidak usah berjualan lagi dan pulang bersama pria-pria yang lain. Lee Gak langsung memakai kepala pandanya dan duduk dengan manis seperti seorang wanita.
Park Ha masuk kedalam dan bertanya pada panda apakah ia baik-baik saja. Ia mengira kalau didalamnya adalah Becky. Ia meminta panda untuk melepas kostumnya dan minum air, tapi Lee Gak tidak membiarkannya melakukan itu. Park Ha memegang tangan panda, “Terimakasih Becky, aku tidak akan melupakannya.”
Lee Gak langsung melepaskan tangannya. Park Ha terus berbicara, 2 tahun yang lalu mereka bertemu di rumah atap. Itu pertama kalinya Becky datang ke Korea, sedangkan dirinya juga belum terbiasa, jadi mereka mengalami waktu berat bersama dan mereka banyak minum soju. Ia sering merepotkannya. Park Ha memegang tangannya lagi, “Apa yang harus kulakukan. Aku minta maaf. Mungkin aku akan pergi sebelum sempat membalas kebaikanmu. Aku akan meninggalkan rumah atap dan kembali ke Amerika.”
Panda langsung berdiri dan memunggunginya. Sekali lagi, Park Ha meminta maaf dan memohon padanya supaya tidak memberitahu 4 pria yang tinggal bersamanya. Ia sendiri yang akan memberitahunya pada saat yang tepat. Panda menjadi marah dan meninggalkan ruangan itu.
Becky berlari dan bertemu dengan Lee Gak. Ia bertanya apa mereka menjual banyak strawberry dan bertanya apakah ia marah karena harus memakai kostum menggantikannya. (bengawanseoul.com)Lee Gak hanya diam dan mengembalikan kostumnya. Saat itu Becky harus pergi karena tiba-tiba ia ditelpon untuk suatu pekerjaan.
Sena sedang mempersiapkan acara itu dengan memakai baju pengantin dan Tae Mu berkata kalau pengantinnya benar-benar sibuk di hari pernikahannya. Tae Mu kemudian berbisik menyuruhnya untuk bertemu dengannya di ruang tunggu.
Ketika ia menemuinya, Tae Mu berkata kalau gaunnya tidak terlihat bagus dan tidak cocok untuknya. Ia kemudian memegang pinggang Sena dan menariknya, kemudian melakukan sulap dan menunjukkan sebuah cincin serta memasukkannya ke jarinya. Tae Mu bertanya, “Lain kali apakah kamu akan memakai baju pengantin yang kupilih dan menikah denganku?” Ia menambahkan kalau setelah acara ini, ia akan memberitahu para tetua tentang hubungan mereka. Sena terlihat bahagia dan mengiyakan. Tae Mu mengangkatnya kemudian memutarnya.
Nenek berjalan-jalan di area peragaan busana. Ayah Tae Mu sedang membaca penawaran perusahaan Home Shopphing yang terbaru. Ia memuji kalau ide Tae Mu kali sangat mengesankan. Nenek menyuruhnya untuk memastikan agar tidak ada kesalahan dalam persiapan, karena ini kesempatan untuk menunjukkan pada pelanggan kalau image perusahaan mereka sudah naik.
Di rumah atap, sedang diadakan pesta. Park Ha menuang soju untuk Man Bo, Chi San, Yong Sul dan mengucapkan terimakasih karena mereka sudah berusaha keras hari ini. Tapi Lee Gak harus menuangkan sojunya sendiri. Mimi memberikan uang hasil penjualan hari ini. Park Ha berterimakasih dan berkata kalau ia tidak akan melupakan kebaikan mereka dan berjanji akan membayarnya. Lee Gak yang tahu kalau Park Ha akan pergi, berteriak, “Kapan kau akan membayarnya? Dimana kau akan membayarnya. Karena kau tidak menjawab, apa semuanya hanya kebohongan?” Ia pun segera pergi.
Becky mengundang Lee Gak masuk untuk minum kopi bersamanya, tapi Lee Gak meminta sesuatu yang manis karena ia tidak suka kopi. Becky memberinya susu rasa pisang. Lee Gak sedang menonoton TV dan melihat Becky ada di acara itu. Becky memberitahunya kalau tadi siang ia syuting acara itu. Becky mengubah channelnya dan ternyata peragaan busana pengantin dari perusahaan Home Shopping. Lee Gak melihat Sena sedang berjalan di panggung.
Becky berkata kalau ia akan memberitahu Park Ha kalau Lee Gaklah yang ada di dalam kostum panda itu. Lee Gak tidak mendengarkannya dan bertanya apa yang dilakukan dua orang itu di TV. Becky menjawab kalau mereka akan menikah. Karena Lee Gak tidak mengerti, Becky menjelaskan kalau seorang pria dan wanita saling menyukai, maka mereka akan hidup bersama, punya anak dan membesarkannya. Lee Gak kaget dan berkata apakah Putri akan menikah? Ia tidak boleh melakukannya. Ia bertanya pada Becky dimana tempat itu.
Nenek melihat acara tersebut dan seorang pria melapor kalau acaranya sukses. Ayah Tae Mu berkata kalau Tae Mu yang merencanakannya. Nenek pun memuji Tae Mu. Di saat yang sama, Lee Gak naik taksi menuju tempat tersebut.
Sena menemui Tae Mu dan berkata kalau cincin itu sangat cantik. Tae Mu berkata kalau dimatanya, ia lebih cantik. Tae Mu memberitahunya kalau ini pertama kalinya nenek memujinya. Sena ingin ganti baju dan Tae Mu berkata kalau ia akan menunggu di bawah..
Tae Mu mendengar teriakan Sena. Lee Gak bertanya padanya, “ Apa yang akan kau lakukan? Apa kau tidak mengenalku, putri? Lihat aku! Ini aku.” Tae Mu langsung menghampirinya dan memukulnya. Lee Gak jatuh ke air dan Tae Mu teringat bagaimana Tae Yong terjatuh seperti itu. Sedangkan Sena terlihat ketakutan.
Park Ha membuka kaleng yang diberikan Amy dan menemukan sketsa dirinya dengan kupu-kupu kuning diatas sebuah kartu pos. Flashback, seorang rekan kerjanya memberikan sketsa itu karena mirip dirinya. Didalam kartu pos itu tertulis , “Temui aku jam 7 malam di dermaga besok.” Ia pun menunggu orang itu tapi ia tidak pernah muncul. Ia juga mengeluarkan sebuah ponsel. (bengawanseoul.com)Beberapa gadis salah mengambil ponsel Tae Yong karena sangat mirip dan memberikannya pada Park Ha untuk mengembalikannya dan meminta Park Ha menelpon mereka jika ia sudah mendapatkan ponselnya. Itu artinya sekarang Park Ha punya foto Tae Yong dan Tae Mu yang tersimpan dalam ponsel itu.
Regu penyelamat mencari tubuh Lee Gak. Mereka menemukannya dan mengangkatnya ke atas. Nenek menyuruh Tae Mu mengikuti ambulans itu, ia juga meminta Sena untuk menelpon sopir, supaya mereka juga bisa mengikutinya. Tae Mu terlihat sangat gelisah.
Di rumah sakit, mereka langsung melakukan CPR pada Lee Gak yang pingsan.
Lee Gak voiceover: “ Siapa aku? Aku hidup atau mati? Siapa Tae Yong yang sangat mirip denganku? Siapa gadis yang sangat mirip dengan Putri Mahkota? Apa ini reinkarnasi? Apakah kami terlahir kembali? Putri sudah terlahir kembali? Aku pasti sudah meninggal dan terlahir sebagai Tae Yong. Jika aku bereinkarnasi menjadi Tae Yong, kenapa aku ada disini? Apa aku datang ke sini untuk menggantikan tempat Tae Yong?”
Dokter berusaha menyadarkan Lee Gak, tapi Lee Gak tidak bergeming. Ia mengumumkan kalau Lee Gak sudah meninggal jam 20.30 malam. Tae Mu terlihat ketakutan. Perawat menutup wajahnya dengan selimut, tapi tiba-tiba jantungnya berdetak lagi.
Park Ha menunggu diluar. Becky bertanya apa ada yang terjadi. Park Ha memberitahunya kalau Lee Gak belum kembali. Becky menenangkannya dan memberitahu kalau Lee Gak pergi ke suatu tempat dan ia meminjamkannya uang untuk membayar taksi. Ia juga menuliskan alamat dan nomor telpon Park Ha untuk Lee Gak. Park Ha turun ke bawah dan bertanya-tanya kemana Lee Gak pergi. Ia pun mencoba menghentikan taksi.
Nenek bersyukur karena Lee Gak selamat. Ia kemudian memarahi Tae Mu karena hampir membunuh orang dan menyuruhnya bertanggungjawab sampai Lee Gak sembuh. Ia juga menyuruh Sena untuk mencarikan kamar VIP untuk Lee Gak.
Perawat akan memindahkan Lee Gak ke kamar VIP dan meminta mereka menuliskan nama, alamat dan nomor telpon walinya. Tae Mu berkata kalau mereka bukan walinya, karena ini kecelakaan.
Perawat lain merogoh kantong Lee Gak dan menemukan alamat Park Ha yang ditulis Becky. Ia pun segera mengeceknya.
Park Ha sedang ada di dalam taksi, tiba-tiba ponselnya berbunyi dan memberitahu kalau Lee Gak ada di rumah sakit.
Nenek menyuruh ayah Tae Mu menunggu disini karena ia ingin pergi ke kamar pasien. Ayah ingin menggantikannya pergi, tapi nenek menolak, karena ia ingin memastikan sesuatu. Ternyata ia satu lift dengan Park Ha dan mereka memencet lantai yang sama.
Sena serta Tae Mu kaget ketika bertemu dengan mereka berdua. Nenek memberitahu Tae Mu dan Sena kalau Park Ha adalah wali Lee Gak dan menyuruhnya menunjukkan kamar Lee Gak. Ia juga sudah menjelaskan secara singkat tentang kecelakaan itu dan meminta mereka menjelaskan pada Park Ha secara detail.
Mereka semua pergi ke kamar Lee Gak. Di dalam kamarnya, Lee Gak sedang duduk, menunggu mereka, “Nenek, ini aku. Aku Tae Yong.”
Tae Mu terlihat sangat kaget.
Credit: www.dramabeans.com
Posted by Seoulmate™
Labels: Korean Drama, rooftop prince, sinopsis
10 comments:
Anonim mengatakan...
sukaaaa banget....dah cek bolak balik akhirnya episode 4 kluar jg..makasih ya
3 April 2012 08.35
hanhy_elvy mengatakan...
gomawo
3 April 2012 08.49
Anonim mengatakan...
terima kasih....
ifah
3 April 2012 09.28
liberty86 mengatakan...
gamsahabnida oppa ^_^
4 April 2012 10.02
Atin286 mengatakan...
Lanjutkan ya... seru.... Tiap hari ketik-ketik episode selanjutnya biar bisa baca. semangat yah, buat sinopnya...:D
5 April 2012 07.26
nevi mengatakan...
matur nuwun
7 April 2012 07.42
Anonim mengatakan...
Terusin donk rcap'a..
Please...
Ya. . Ya. . Ya. . ?
Gumawo!
11 April 2012 01.36
Anonim mengatakan...
annyeong cingu^^
rooftop prince episode 8 belum keluar ya?
searching kemana mana nggak ketemu. cuma sampe episode 7 aja. pan 16 episode. seru banget ni critanya.okokok....^^
14 April 2012 19.38
Anonim mengatakan...
Mulai seru nih, makasih^^
11 Maret 2013 04.56
Anonim mengatakan...
Arigatou Gozaimasu :D <- malah bahasa jepang :D
Gomenasai gak bisa bahasa korea, dan gak mau belajar#PLAK :D *dihajarK-lovers*
tapi aku suka drama korea :D dan Japan tentunya..
Nice Sinop.
15 Maret 2013 03.49
Poskan Komentar
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
안녕하세요
email aktip :
°•♡•° BengawanSeouL.com
HOME
About BengawanSeouL
Contact Us
Product T-Shirt
Product Seoulvenir
°•♡•° LOPeR KOReAN °•♡•°
▼ 2012 (68)
► Juni (3)
► Mei (2)
▼ April (13)
► Apr 27 (1)
► Apr 22 (1)
► Apr 21 (1)
► Apr 19 (1)
► Apr 17 (1)
► Apr 15 (1)
► Apr 12 (1)
► Apr 10 (1)
► Apr 08 (1)
► Apr 06 (1)
► Apr 05 (1)
▼ Apr 03 (1)
ROOFTOP PRINCE EPISODE 4
► Apr 01 (1)
► Maret (19)
► Februari (17)
► Januari (14)
► 2011 (158)
Hanbox Office
49 days (21)
asesoris (1)
bengawanseoul (2)
can't lose (19)
chibi korea (3)
city hunter (21)
couple Korea (1)
flower boy ramyun shop (18)
gantungan kunci (1)
gokil (1)
hanbok (1)
jade palace lockheart (26)
kaos korea (5)
king 2 heart (12)
Korean Lover (3)
lyrics (1)
my Princess (17)
Painter of the wind (21)
rooftop prince (14)
Seoulmate (3)
sinopsis (204)
soundtrack (5)
the greatest love (17)
the moon that embraces the sun (29)
tourism destination in Korea (1)
wild romance (1)
KoREAtif LiNK
adaideaja corp
KaosTomat: Kaos Lucu
Kaos Papananda: Beby Lucu
adverSinting gokil
pesen jaket kelas
Behind The Scene Gokil
desain web keren
Seminar owner BengawanSeoul
EURO 2012
KPOP Detik
DagDigDug nggak?
K-Pop Corn
K-Ompas
Fun Tees Distro
clean like seoul
안녕하세요
follower
BerSeouL: sit suit
profile
Wahyu Liz Adaideaja™
WahyuLiz
WahyuLiz bikinken label buat ibu-ibu PKK pic.twitter.com/rTXvAOGMiC 2 hours ago · reply · retweet · favorite
WahyuLiz bagi-bagi ilmu Kanuragan kebal AFTA pic.twitter.com/vbtFhO1MYg 3 hours ago · reply · retweet · favorite
WahyuLiz gerrsama pak Faisal Basri, IBN Jakarta pic.twitter.com/Tu0J69Tb0T 3 hours ago · reply · retweet · favorite
Join the conversation
어서 오세요
counter
Copyright (c) 2010 Just 4 Seoulmate: It's All About Korean Style. Designed by Free MMOs
Browser Games, Best Toys
Just 4 Seoulmate: It's All About Korean Style
Adaideaja™ Corp kembali hadir dgn BengawanSeouL™, just 4 Seoulmate™: Korean Lover yg ingin Kaos Chibi Korea, K-Pop, Asesoris, pernak-pernik, Pola Hanbok, informasi tentang Korea, ada juga Sinopsis Korea Drama/ Movie
30/03/12
ROOFTOP PRINCE EPISODE 3
Lee Gak turun bersama nenek yang memberitahu Tae Mu kalau Tae Young sudah kembali. Lee Gak menatap Tae Mu dan Tae Mu teringat ketika ia memukul Tae Young dan Tae Young terjatuh ke laut. Nenek bertanya Tae Young kemana saja sampai menghilang selama itu. Lee Gak melepaskan tangannya dan berkata kalau nenek salah orang. Nenek tidak mengerti maksudnya dan menyuruhnya untuk menatapnya, ia adalah neneknya.
Ia mendorong tangan nenek dan bertanya kenapa nenek seperti ini. Ini pertama kalinya ia melihatnya, bagaimana bisa ia adalah neneknya. Nenek berkeras dan menyuruhnya untuk sadar. Nenek memukulnya dan berusaha memeluknya tapi Lee Gak mendorongnya hingga terjatuh. Tae Mu kemudian mendorongnya dan bertanya, “Siapa kau!”
Park Ha memberitahu Sena kalau ia datang untuk membantunya memindahkan barang. Ia juga memberitahunya kalau ibunya yang menyuruhnya datang. Sena memberitahunya kalau ibu membuat kesalahan dan menyuruh Park Ha pergi. Park Ha heran kenapa Sena begitu kasar, menyuruhnya pergi ketika ia baru datang. Tiba-tiba mereka mendengar Lee Gak berteriak dan Young Sul langsung berlari masuk kedalam rumah dan yang lain mengikutinya.
Yong Sul menyuruh Tae Mu berhenti karena ia melihat Tae Mu mendorong Lee Gak ke dinding. Yong Sul langsung menarik Tae Mu dan mendorongnya sehingga menabrak lemari kaca. Nenek pun pingsan. Chi San dan Man Bo kemudian membawa Lee Gak keluar. Park Ha kaget ketika melihat kejadian itu tapi Tae Mu memberi isyarat menyuruhnya pergi.
Didalam truk Park Ha memarahi Lee Gak kenapa ia malah bertengkar padahal tadi ia menyuruhnya untuk diam. Karena Lee Gak selalu merendahkan orang lain, maka ia selalu terlibat pertengkaran. Lee Gak menyuruhnya diam, jika tidak ia akan merobek mulutnya. Park Ha langsung menghentikan truknya dan menyuruhnya untuk merobek mulutnya. Lee Gak kaget. Ia juga mengkritik cara berbicara Lee Gak yang selalu mempergunakan bahasa informal pada orang lain. Jika ia mengatakannya pada orang yang lebih tua, maka ia terlihat kasar. Ia memperingatkan Lee Gak, jika ia terus melakukannya, maka ia tidak akan tinggal diam. Lee Gak sedikit ketakutan dan berusaha mengalihkan perhatian dengan berkata kalau lampu sudah hijau dan menyuruh Park Ha untuk menjalankan truknya.
Dibelakang, ketiga pria yang lain sedih melihat Putra Mahkota dimarahi oleh seorang wanita.
Nenek bertanya kenapa Tae Mu berkelahi dengan Tae Young. Tae Mu berusaha menjelaskan pada nenek kalau orang itu bukan Tae Young. Nenek masih berkeras mengira Lee Gak adalah Tae Yong, mungkin sesuatu terjadi padanya sehingga ingatannya hilang. Mungkin jika mereka berbicara lebih lembut, ia bisa mengingatnya, kenapa Tae Mu malah mengusirnya. Tae Mu berusaha meyakinkan neneknya kalau ia bukan Tae Yong. Nenek malah menyuruhnya untuk menemukan Tae Yong, tapi ia kemudian berubah pikiran dan menyuruh Sena untuk datang.
Nenek menyuruh Sena untuk mencari Lee Gak. Sena masih belum mengerti dan nenek bertanya apakah ia yang menelpon petugas pemindahan barang itu, Sena membenarkan. Nenek menyuruhnya untuk mencari pria yang datang membantunya memindahkan barang.
Park Ha sedang mencarikan baju ganti untuk Lee Gak, Yong Sul, Man Bo dan Chi San di tempat pengumpulan pakaian bekas. Ia mendapatkan pakaian yang cocok untuk Yong Sul, kemudian memanggil Man Bo dan bertanya apakah ia menyukai baju itu. Man Bo berkata kalau ia lebih menyukai baju olahraganya. Park Ha memberitahunya, karena mereka berempat memakai baju yang sama, orang-orang akan melihatnya dengan aneh. Ia kemudian merayunya kalau baju ini sangat cocok untuknya. Akhirnya Man Bo setuju.
Chi San memilih baju berwarna kuning dan berkelip-kelip. Park Ha bertanya apa ia menyukainya. Chi San ingin langsung mengganti bajunya disana, tapi Park Ha menahannya dan menyuruh mereka mengganti baju di tempat lain.
Park Ha menyuruh Lee Gak untuk mencari baju yang cocok untuknya. Lee Gak akan memilih baju tapi Park Ha menghentikannya dan berkata kalau tidak masalah jika satu orang memakai baju olahraga. Lee Gak terlihat sangat kesal.
Ia kemudian mengajak yang lain pindah untuk mencari celana dan sepatu. Yong Sul berpikir kalau jaman sekarang, mereka bisa mendapatkan baju secara gratis. (bengawanseoul.com)Man Bo bertanya pada Chi San apakah bajunya tidak terlihat terlalu gemerlap. Chi San, “Memang salah kalau gemerlap? Kupikir lebih baik hidup disini dari pada di Joseon.
Park Ha menemukan sepatu yang cocok untuk mereka. Chi San berlari ke arah mereka dengan memakai jaket yang isinya berhamburan dan membawa sepasang sepatu. Chi San, “Aku menemukan sepatu untuk Raja.” Yang lain bertepuk tangan dan Lee Gak merasa puas.
Tae Mu ingat dimana ia melihat Park Ha. Ia menelpon seorang pria dan menyuruhnya untuk mencari seorang gadis yang suka mengantarkan barang di pasar. Ia juga meminta pria itu untuk merahasiakannya.
Park Ha membawa mereka ke sebuah gedung dan menyuruhnya mereka berganti pakaian di kamar mandi. Akhirnya mereka masuk kedalam gedung dan tersesat. Lee Gak bergumam kenapa Park Ha menyuruh mereka ganti baju ke kamar mandi dan bertanya pada yang lain dimana tempatnya.
Tiba-tiba pintu lift terbuka, Yong Sul kaget dan memeriksanya. Dengan santai Man Bo berkata kalau pintu itu terbuka secara otomatis dan mengingatkan kalau mereka mempelajarinya kemarin. Chi San berpikir kalau mereka bisa berganti pakaian di tempat ini. Lee Gak setuju. Yong Sul mengusulkan agar mereka berganti pakaian membelakangi Lee Gak sehingga Lee Gak bisa merasa lebih nyaman. Merekapun mulai berganti pakaian.
Lift berhenti di lantai dimana para wanita sedang melakukan senam aerobik. Ketika pintu terbuka, mereka berempat berteriak karena mereka setengah telanjang. Lee Gak bertanya apa yang sedang dilakukan wanita-wanita itu. Chi San berkata kalau mereka harus cepat ganti baju sebelum pintu terbuka lagi.
Mereka pun bergegas mengenakan baju mereka. Pintu lift terbuka dan didepan mereka banyak pelajar. Mereka mengambil gambar keempatnya dengan ponsel. Ada yang berteriak daebak, ada yang menyebut mereka orang cabul kemudian melempari mereka dengan makanan.
Park Ha heran kenapa mereka tidak muncul-muncul dan bertanya kebagian resepsionis apakah mereka melihat 4 orang yang aneh. Pria itu menunjuk ke monitor dan Park Ha melihat mereka sedang ganti pakaian di lift.
Ketika Park Ha menemui mereka, Lee Gak berteriak kenapa Park Ha baru muncul. Mereka terlihat marah.
Di mobil, Lee Gak berteriak pada Park Ha untuk berhenti ketika mereka melewati istana. Park Ha berkata kalau ia sedang sibuk. Lee Gak berusaha mengubah intonasinya dan berkata dengan lembut, “Kau benar-benar tidak bisa?” Park Ha, “Jawabanku adalah…..”
Park Ha membawa mereka kesebuah tempat yang akan menjadi tokonya yang baru. Ketiga pria itu membantunya membersihkan toko, sedangkan Lee Gak hanya diam saja. (bengawanseoul.com)Park Ha menyuruh Lee Gak membersihkan kaca, tetapi Lee Gak mengabaikannya. Park Ha berjanji akan mengajaknya ke istana jika ia mau bekerja. Lee Gak merasa senang dan bertanya apa ia serius. Park Ha berjanji asalkan Lee Gak mau bekerja keras.
Lee Gak masuk ke dalam toko dan bekerja, tapi yang lain melarangnya. Mereka berjanji akan bekerja lebih keras untuk menggantikannya. Tapi Lee Gak menolak dan ia akan bekerja keras.
Ibu marah pada Sena. Sena kemudian bertanya dimana ia bisa bertemu dengan Park Ha. Ibu kaget, apa Park Ha membuat kesalahan dalam memindahkan barang. Sena tidak menjawab. Ia sudah menelpon Park Ha tapi ia tidak mengangkatnya, oleh karena itu ia bertanya pada ibu.
Tae Mu melihat dari seberang jalan ketika Park Ha dan keempat pria itu membersihkan toko. Tak sengaja Lee Gak melukai jarinya dan Man Bo menyuruhnya untuk mengangkat tangannya diatas kepala untuk menghentikan pendarahan. Lee Gak berusaha mengangkat jarinya tinggi-tinggi. Park Ha tertawa melihatnya dan pergi ke apotek untuk membeli plester luka.
Ia memberitahu apoteker kalau ia akan membuka toko buah diseberang jalan. Ketika Park Ha keluar, ia melihat Tae Mu. Tae Mu bertanya apa yang dilakukan Park Ha disini. Park Ha menjawab kalau ia bekerja disini dan minta maaf atas kejadian tadi.
Sena datang mencari Park Ha. Ia melewati Lee Gak yang sedang berdiri diluar dengan jari diatas kepala dan menunggu kedatangan Park Ha. Sena tidak mengenali Lee Gak karena saat itu ia tidak memakai baju olahraga merah lagi.
Park Ha bertemu dengan Tae Mu. Ia bertanya berapa banyak ia harus mengganti kerusakan yang disebabkan Lee Gak. Tae Mu berkata kalau ia menemuinya bukan karena itu. Ia bertanya tentang pria yang memakai pakaian olahraga berwarna merah. Park Ha menjelaskan kalau orang itu bekerja untuknya. Tae Mu bertanya apakah Lee Gak tahu rumah itu. Park Ha menjawab kalau Lee Gak tidak tahu apa itu Hanyang atau Seoul, ia tiba-tiba tersadar dan mengganti jawabnnya kalau itu pertama kalinya Lee Gak masuk ke rumah itu.
Tae Mu memberitahunya kalau mungkin pemilik rumah akan menyuruhnya mengganti kerusakan yang diperbuat Lee Gak, jadi ia menyuruhnya tidak mengatakan apapun tentang Lee Gak jika ada orang yang bertanya. Ia kemudian memberinya kupon hadiah VIP untuk pembukaan departemen store yang baru. (Tae Mu sengaja menakut-nakuti Park Ha, agar ia tidak memberitahukan apapun tentang Lee Gak pada Sena).
Sena menemui Park Ha dan bertanya tentang pria berbaju olahraga merah. Park Ha berbohong kalau ia tidak mengenalnya karena ia hanya mempekerjakannya hari itu. Ia kemudian membicarakan tentang hari ulangtahun ibu Sena, kemudian pergi.
Park Ha menempelkan plester itu ke luka Lee Gak dan berkata kalau lukanya tidak akan terasa sakit lagi. Lee Gak menggoyang-goyangkan jarinya dan Park Ha bertanya, “Sudah tidak sakit kan?” Lee Gak merajuk seperti anak kecil dan berkata kalau jarinya sakit.
Sena bertanya pada Tae Mu apa pria itu mirip dengan sepupunya. Tae Mu memberitahunya kalau neneknya salah orang, sama seperti ketika ia melihat Tae Yong di rumah sakit. (bengawanseoul.com)Tae Mu kemudian mengusulkan kalau musim panas ini mereka berlibur ke London untuk bertemu dengan ibu Sena. ( Sena berbohong tentang latar belakangnya dan berkata kalau ibunya tinggal di London). Sena berkata kalau sebaiknya ia bertemu dengan ibunya ketika ia datang ke Korea. Tapi Tae Mu berpikir kalau sebaiknya ia menemuinya dahulu.
Park Ha mengajari para pria itu membaca. Ia kemudian memukul Yong Sul dan melarangnya tidur.
Park Ha membawa Lee Gak ke istana seperti yang dijanjikannya, tapi karena mereka meninggalkan ketiga pelayannya di rumah, sebaiknya ia melihat-lihat dengan cepat.
Lee Gak melihat ke sekeliling rumah lamanya. Ia kemudian berjalan menuju kolam dan teringat kalau ia sering berjalan-jalan kesana bersama istrinya. Ia juga teringat tubuh Putri Mahkota yang mengambang disana. (bengawanseoul.com)Air matanya pun menetes.
Park Ha datang sambil membawa kopi. Ia berhenti sejenak ketika melihat Lee Gak menangis. Ia kemudian memberinya kopi itu dan menyuruhnya mencoba. Lee Gak meminumnya dan terlihat tidak suka. Ia bertanya minuman apa ini. Park Ha menjawab kalau itu kopi. Ia berkata kalau kopi itu pahit dan menyuruh Park Ha mengembalikannya karena membuat matanya berair. Park Ha mendapat telpon dari seseorang.
Mereka akan naik kereta. Tapi Lee Gak berjalan begitu lambat, Park Ha langsung meneriakinya untuk bergegas, karena mereka sudah terlambat. Lee Gak heran karena belum pernah melihat kereta api.
Didalam kereta, Park Ha mengajari Lee Gak cara bicara yang sopan. Lee Gak menolaknya. Park Ha kemudian bertanya kenapa ia menangis. Lee Gak kaget dan bertanya apa Park Ha melihatnya. Park Ha memberitahunya kalau ia melihat air mata mengalir di pipinya. Lee Gak berbohong kalau kopi yang membuatnya menangis, tapi Park Ha membalas kalau ia melihatnya sebelum ia minum kopi.
Lee Gak langsung memohon pada Park Ha supaya tidak memberutahu yang lain. Park Ha mengajarinya berbahasa sopan lagi dan membeli telur dari gadis yang menghampiri mereka. Lee Gak langsung menolak. Park Ha mengancamnya, “Apa aku perlu memberitahu mereka kalau kau menangis?” Lee Gak langsung mengulangi kata-kata Park Ha dengan suara seorang gadis juga.
Setelah turun dari kereta, Park Ha menelpon untuk bertanya ke arah mana mereka harus pergi. Ia menyuruh Lee Gak untuk berhenti cemberut. Lee Gak bertanya kemana ia akan menyeretnya begitu jauh. Park Ha menggerutu, siapa yang menyeretnya, ia yang menempel padanya. (bengawanseoul.com)Ia menyuruh Lee Gak pulang ke Seoul dan tersadar kalau Lee Gak tidak tahu jalan. Lee Gak berjanji suatu hari ia akan menutup mulut Park Ha.
Park Ha berbicara dengan pekerja kebun strawberry. Pekerja itu memberitahunya kalau mereka akan memberinya setengah harga, tapi mereka harus memetiknya sendiri.
Lee Gak dan Park Ha memandang kebun strawberry yang harus mereka petik. Lee Gak menolak untuk memetik strawberry itu, tapi Park Ha mengancamnya, jika ia tidak mau membantunya, ia akan mengusirnya dari rumahnya. Mereka pun saling melotot.
Park Ha akhirnya memetik strawberry itu sendirian. Ia berdiri kemudian mengeluh kalau punggungnya sakit. Ia menyuruh Lee Gak membantunya, tapi ia hanya memetik sepuluh buah kemudian berhenti. Park Ha bergumam, apapun yang terjadi ia akan mengusir Lee Gak ketika mereka kembali ke Seoul.
Lee Gak berjalan-jalan. Ia berusaha memegang sebuah tanda yang bertuliskan huruf hanja, tapi tanda itu patah. Orang-orang keluar dan Lee Gak langsung berkata kalau ia tidak melakukannya dalam bahasa informal. Ia kemudian tersadar dan mengatakannya dalam bahasa formal, tapi orang-orang itu kelihatan tidak percaya.
Park Ha marah karena Lee Gak tidak mau membantunya, ia berdiri dan ingin memaksanya, tapi mengurungkan niatnya karena ia akan mengusirnya. Park Ha kembali memetik strawberry.
Disaat yang sama, Lee Gak dikelilingi oleh banyak orang. Ia sedang menulis dengan menggunakan kuas dan tinta. Mereka kagum karena Lee Gak bisa menulis sebagus itu. Flashback, para sarjana memuji tentang keahlian kaligrafi Lee Gak. Para orang tua itu memuji tulisan Lee Gak. Ternyata Lee Gak menulis ulang tanda dalam huruf hanja yang dirusaknya.
Park Ha meletakkan strawberry yang dipetiknya ke dalam kotak. Lee Gak datang sambil makan es loli. Ia memberi Park Ha satu, tapi Park Ha memukulnya hingga jatuh ke tanah. Ia memarahi Lee Gak karena tidak mau membantunya dan menyuruhnya pindah dari rumahnya ketika mereka kembali ke Seoul. Tiba-tiba orang-orang datang. Karena tulisan Lee Gak bagus, mereka akan membantu Park Ha memetik strawberry. Lee Gak menghabiskan es lolinya, kemudian mengambil es loli yang terjatuh di tanah dan memakannya.
Park Ha dan Lee Gak pergi ke taman bermain karena mereka masih punya waktu luang. Park Ha membelikan Lee Gak permen kapas. Ia sangat menyukainya karena permen itu manis, lembut dan enak.
Park Ha berjalan ke mesin boneka. Ia berusaha mengambil boneka satu, tapi gagal. Lee Gak ingin mencobanya. Park Ha menyuruhnya meminta dengan kata-kata yang sopan dan Lee Gak menurut. Lee Gak pun mencobanya dan gagal. Park Ha memberinya sebuah koin dan memberitahunya bagaimana caranya. Mereka berhasil. Keduanya sangat senang.
Lee Gak menyombongkan diri, karena dirinyalah mereka bisa bersenang-senang, jika tidak, mungkin saat ini ia masih memetik strawberry. Park Ha merasa kesal dan ingin memberinya pelajaran.
Ia bertanya apa Lee Gak mau makan sesuatu yang manis? Ia kemudian memberinya balon dan menyuruhnya untuk tidak memakan bagian luarnya, tapi menyedot bagian dalamnya karena bagian dalamnya terasa manis. Lee Gak menghirup helium itu dan berbicara dengan suara chipmunk, “Ini tidak terasa manis! Apa yang terjadi dengan suaraku?” Park Ha hanya tertawa.
Becky dan Lady Mimi sedang bersama Yong Sul, Man Bo dan Chi San. Park Ha minta tolong pada mereka untuk memberi makan ketiganya. Mimi bertanya kapan mereka datang ke Korea. Yong Sul menjawab kalau mereka belum lama datang. Becky bertanya dari negara mana mereka datang. Chi San bertanya apakah mereka akan percaya kalau ia berasal dari Joseon? Man Bo segera menutupinya dan berkata kalau mereka tidak akan tahu tempatnya walaupun mereka memberitahunya.
Mimi mendapat telpon dari Park Ha. Ia mengubahnya menjadi video call dan memberitahunya kalau mereka sedang makan. Ia kemudian menunjukkan pada mereka bertiga. Mereka melihat Lee Gak yang memandang dengan penasaran. Mereka langsung berlutut dan bertanya, “Yang Mulia, kenapa kau ada didalam situ?”
Dalam perjalanan pulang, Park Ha mengantuk dan kepalanya jatuh ke bahu Lee Gak. Lee Gak langsung mendorongnya dengan jarinya. Orang-orang memandangnya dengan pandangan tidak setuju. Ketika kepala Park Ha terjatuh lagi, akhirnya ia membiarkannya saja.
Park Ha dan ibu Sena sedang ada di department store. Ia menyuruh ibu untuk memilih kosmetik yang disukainya, karena ini hari ulangtahun ibu. Mereka ternganga ketika melihat harganya yang mahal. Tapi Park Ha menunjukkan kupon hadiah VIP yang dimilikinya dan berkata kalau semuanya gratis dan menyuruh ibu untuk mengambil apapun yang disukainya. Ibu sangat gembira dan heran kapan Park Ha menyiapkannya.
Sena juga ada di sana karena harus melaporkan sesuatu. Ia mengobrol dengan Tae Mu. Tae Mu melihat Park Ha dan bertanya pada Sena, bukankah itu adik yang dikenalnya, ketika ia berbalik, Sena sudah menghilang.
Tae Mu mendekatinya dan berkata kalau mereka bertemu lagi. Park Ha menjelaskan kalau ia datang untuk menggunakan kupon hadiah yang diberikannya. Tae Mu bertanya apa ia datang sendirian. Park Ha menjawab kalau ia datang bersama ibunya, ketika ia menengok, ibu sudah menghilang. Tae Mu dipanggil dan ia kemudian mengucapkan selamat tinggal dan menyuruh Park Ha memilih barang yang bagus. Park Ha berterimakasih, kemudian bertanya-tanya kemana ibu pergi.
Sena menyeret ibu keluar. Ibu heran kenapa Sena menyeretnya. Sena menyuruhnya diam dan bergegas. Mereka pergi ke restoran untuk merayakan ulangtahun ibu.
Didalam mobil Sena bertanya kenapa Park Ha terus muncul dihadapannya. Bukankah ia akan kembali ke Amerika? Jika ia sudah diadopsi, sebaiknya ia tinggal disana. Ibu menjawab, Park Ha sudah punya toko disini, kenapa ia harus kembali ke Amerika? Sena memohon padanya, supaya ia kembali ke Amerika demi dirinya.
Park Ha memberi ibu hadiah dan mengucapkan selamat ulangtahun. Ibu bertanya apa ia sudah memasukkan barang-barang yang dipilihnya. Ia menjawab kalau ia menambahkan beberapa barang kecil. Ibu menyuruhnya tidak membuang-buang uang, karena ia akan membuka toko.
Ibu bertanya darimana ia mendapatkan uang 65.000 dollar untuk uang muka. Park Ha menjawab kalau ia berhasil mendapatkan pinjaman dari beberapa orang dan ia akan memberikan uang muka itu hari ini. Sena berkata kalau ia ingin ke kamar mandi. Ibu juga ingin pergi kesana dan menyuruh Park Ha membantunya karena kakinya masih sakit. Tak sengaja, ia menabrak tasnya sehingga sebagian amplop terbuka. Sena melihat cek sebesar 40.000 dollar dan mencurinya.
Ketika mereka sendirian, ibu bertanya apa Park Ha tahu tentang pria yang mengenakan baju olahraga merah. Park Ha membenarkan. Ia memberitahu Park Ha kalau atasan Sena menyuruhnya untuk mencari pria itu. Mereka tidak menyuruhnya membayar ganti rugi. Ibu memohon agar Park Ha memberitahukan dimana pria itu pada Sena.
Setelah mencuri uang Park Ha, ia Sena bergegas pergi. Ibu melihatnya dan bertanya kemana ia kan pergi? Sena beralasan kalau ia punya urusan mendadak dikantor.
Sena menelpon nenek kalau ia sudah menemukan pria itu. Nenek merasa senang.
Tae Mu mendengarnya dan bertanya pada ayahnya apa nenek akan datang ke kantor. Ayahnya membenarkan, mereka sudah menemukan pria yang mirip dengan Tae Yong dan orang itu akan datng karena Sena membawanya. Tae Mu segera berlari mencari Sena.
Tae Mu bertemu dengan Sena dan bertanya apa orang itu datang. Sena menjawab kalau ia akan menemuinya. Tae Mu menawarkan diri untuk mengantarkan pria itu dan menyuruhnya untuk mengecek persiapan fashion show.
Park Ha muncul bersama Lee Gak. Park Ha memberitahu, jika ia masuk kedalam, maka ada seorang wanita yang menunggunya. Ia menyuruh Lee Gak mengikuti wanita itu. Lee Gak setuju, asalkan Park Ha menepati janjinya.
Lee Gak masuk ke dalam dan bertemu dengan Tae Mu. Tae Mu menyuruhnya pergi. Lee Gak menolak karena ia mendengar nenek menunggunya. Bibi datang melihat mereka dan berkata kalau ia sangat mirip denga Tae Yong. Ia kemudian membawa Lee Gak naik ke atas.
Nenek menyambut Lee Gak dan menyuruhnya duduk. Ayah Tae Mu berkata kalau ia sangat mirip dengan Tae Yong. Ketika seseorang bertanya apa yang ingin diminumnya, Lee Gak memberitahunya kalau ia tidak minum kopi dan menyuruhnya membawa sesuatu yang manis.
Nenek menanyakan namanya dan Lee Gak menjawabnya. Ia kemudian bertanya apa yang ia lakukan. Lee Gak menjawab kalau ia mencari Putri mahkota. Ayah Tae Mu bercanda dan memanggilnya Yang Mulia kemudian tertawa.
Ia berkata kalau Tae Yong hilang dua tahun yang lalu, apa yang dilakukannya saat itu? Lee Gak, “Jika dua tahun yang lalu, Joseon….Ia berhenti dan teringat kalau Park Ha melarangnya mengatakan sesuatu yang berhubungan dengan Joseon karena orang lain tidak akan mengerti. Jika ia melakukannya, ia akan membuatkan omurice untuk makan malam.
Lee Gak kemudian menjawab kalau ia tidak ingat. Ia kemudian bertanya nama minuman yang sedang diminumnya. (bengawanseoul.com)Ayah Tae Mu menjawab kalau itu yogurt. Nenek menangis, ia memegang tangannya, “Tidak masalah jika kau bukan dirinya. Bisakah kau menggantikan cucuku Tae Yong?” Semua orang kaget dan bibi memberitahunya kalau ia tidak bisa melakukan itu.
Tae Mu merasa lega karena ternyata Lee Gak bukan Tae Yong. Ia membawanya keluar dan memberitahunya untuk tidak mengkhawatirkan nenek. Ia jadi seperti itu karena telah kehilangan cucunya. Ia menawarkan uang taksi, tapi Lee Gak menolak. Mereka memberinya satu pack yogurt.
Lee Gak berjalan keluar sambil minum yogurt. Ia berhenti untuk melihat peragaan pakaian renang. Ia berusaha menutup matanya, tapi tak kuasa untuk melirik. Ia kemudian melihat Sena yang berada di belakang panggung. Ia menjatuhkan yogurtnya dan memanggilnya, “Putri!”
Ia berlari mendekatinya dan memeluknya. Sena mendorongnya dan menamparnya. Ia memanggilnya putri.
Petugas keamanan segera menyeretnya pergi. Lee Gak, “Lepaskan aku. Apa kau tidak mengenalku putri?”
Credit: www.dramabeans.com
Posted by Seoulmate™
Labels: Korean Drama, rooftop prince, sinopsis
16 comments:
ulli mengatakan...
udh ada eps 3nya,,cepet bgt.. Makin seruuu...crtanya... Thanks sinopsisnya...
31 Maret 2012 04.17
Anonim mengatakan...
Akhirnya sampai sinopsis 3 setelah nunggu lama ^^
ditunggu sinopsis berikutnya
감사함니다 친구 :)
31 Maret 2012 07.45
nevi mengatakan...
awal....epi nie kocak banget, yg bikin lucu, mereka berempat, terima saja baju bekas yg di kasih oleh park haa. dan yg ngakak......ganti bajunya yg di lift.....tanpa merasa berdosa sama sekali dilihat para gadis dan ibu,
31 Maret 2012 07.49
Arphiena's Blog mengatakan...
ditunggu sinopsis selanjutnya...
thanks...
;-)
31 Maret 2012 09.13
geuliiss mengatakan...
thx sinopsis lanjutannya :))..
salam kenal..
31 Maret 2012 23.18
Nad mengatakan...
makasih utk sinop ep.3 yak...
akan selalu menyimak sampai ep. akhir..
lanjut ep. 4 deh, ditunggu ^^
1 April 2012 06.10
Anonim mengatakan...
wahhhh micky jdi ska yg manis2 !!!
di tunggu eps4 ^-~
1 April 2012 07.44
jaenabkeren mengatakan...
salam kenal semua...
aku ini blogger baru yang suka K-drma..
Buat teman yang ingin tahu mengetahui K-drma ini silakan mampir ke blogku. alamatnya http://jaenabkeren.blogspot.com/
blog ini hanya sebagian kecil kok yg ada di Internet semoga bermanfaat. Btw, aku belum nonton RTP meskipun aku sudah download sampai episode 2. Thanks :)
1 April 2012 08.14
kelana mengatakan...
kekekeke . . . baru baca sinopnya aj ud buat ketawa, ap lagi nonton langsung ya. trims sinopnya, kereeen
2 April 2012 05.12
liberty86 mengatakan...
lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuut
4 April 2012 09.43
dian mengatakan...
thanks deh sinopsisnya
teruuuuusssss......
16 April 2012 21.15
Ariyathi Dhiatmika mengatakan...
hihiihih,,,,kocak bgt dh nie,,,lanjutttt sinopsisny,,,^^
20 Juli 2012 01.49
Anonim mengatakan...
gokil abis... wkwkw,,
pas lagi video call, muka polos ny bikin ketawa ga berhenti.ahahahhaaa
24 Juli 2012 23.19
Anonim mengatakan...
Haduh adegan ganti baju di dalam lift bikin sakit perut, sumpah lucu banget.
riffa^^
10 Maret 2013 19.49
Elik Luailiul Muniroh mengatakan...
lucu bngt deh episode awal2 gni...
13 Maret 2013 18.49
Evi Arianti mengatakan...
aku gk bisa nonton
abiss nya indosiar nayangin nya jam 4 sore sihh
huhuhuhu
kayaknya cerita nya seruuu
pengen nonton
20 Maret 2013 02.29
Poskan Komentar
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
안녕하세요
email aktip :
°•♡•° BengawanSeouL.com
HOME
About BengawanSeouL
Contact Us
Product T-Shirt
Product Seoulvenir
°•♡•° LOPeR KOReAN °•♡•°
▼ 2012 (68)
► Juni (3)
► Mei (2)
► April (13)
▼ Maret (19)
▼ Mar 30 (1)
ROOFTOP PRINCE EPISODE 3
► Mar 27 (1)
► Mar 26 (1)
► Mar 24 (1)
► Mar 22 (3)
► Mar 20 (1)
► Mar 19 (1)
► Mar 17 (1)
► Mar 15 (1)
► Mar 12 (2)
► Mar 07 (1)
► Mar 05 (1)
► Mar 04 (2)
► Mar 02 (2)
► Februari (17)
► Januari (14)
► 2011 (158)
Hanbox Office
49 days (21)
asesoris (1)
bengawanseoul (2)
can't lose (19)
chibi korea (3)
city hunter (21)
couple Korea (1)
flower boy ramyun shop (18)
gantungan kunci (1)
gokil (1)
hanbok (1)
jade palace lockheart (26)
kaos korea (5)
king 2 heart (12)
Korean Lover (3)
lyrics (1)
my Princess (17)
Painter of the wind (21)
rooftop prince (14)
Seoulmate (3)
sinopsis (204)
soundtrack (5)
the greatest love (17)
the moon that embraces the sun (29)
tourism destination in Korea (1)
wild romance (1)
KoREAtif LiNK
adaideaja corp
KaosTomat: Kaos Lucu
Kaos Papananda: Beby Lucu
adverSinting gokil
pesen jaket kelas
Behind The Scene Gokil
desain web keren
Seminar owner BengawanSeoul
EURO 2012
KPOP Detik
DagDigDug nggak?
K-Pop Corn
K-Ompas
Fun Tees Distro
clean like seoul
안녕하세요
follower
BerSeouL: sit suit
profile
Wahyu Liz Adaideaja™
WahyuLiz
WahyuLiz bikinken label buat ibu-ibu PKK pic.twitter.com/rTXvAOGMiC 2 hours ago · reply · retweet · favorite
WahyuLiz bagi-bagi ilmu Kanuragan kebal AFTA pic.twitter.com/vbtFhO1MYg 3 hours ago · reply · retweet · favorite
WahyuLiz gerrsama pak Faisal Basri, IBN Jakarta pic.twitter.com/Tu0J69Tb0T 3 hours ago · reply · retweet · favorite
Join the conversation
어서 오세요
counter
Copyright (c) 2010 Just 4 Seoulmate: It's All About Korean Style. Designed by Free MMOs
Browser Games, Best Toys
Just 4 Seoulmate: It's All About Korean Style
Adaideaja™ Corp kembali hadir dgn BengawanSeouL™, just 4 Seoulmate™: Korean Lover yg ingin Kaos Chibi Korea, K-Pop, Asesoris, pernak-pernik, Pola Hanbok, informasi tentang Korea, ada juga Sinopsis Korea Drama/ Movie
26/03/12
ROOFTOP PRINCE EPISODE 2
Park Ha bertanya siapa mereka. Lee Gak, Yong Sul, Man Bo dan Chi San hanya memandangnya dengan bingung. Park Ha menyuruh mereka untuk tidak mendekat dan segera meninggalkan rumahnya. Mereka kemudian mengikuti Park Ha keluar dari rumahnya dan kaget ketika melihat lampu kota dan mobil. Mereka berjalan ke pinggir untuk melihat dengan lebih jelas. Lee Gak kemudian bertanya lampu apa itu dan dimana ini. Park Ha tidak mengerti dan berkata kalau ini rumah orang lain. Yong Sul menyuruhnya untuk berbicara dengan hormat pada Putra Mahkota serta menmbungkuk sekarang.
Park Ha tertawa dan bertanya apa mereka gila. Lee Gak kemudian berjalan mendekat dan bertanya, “Apakah ini surga atau neraka? Kau hantu apa manusia?” Park Ha benar-benar menganggap mereka gila dan meminta mereka untuk tidak main-main, jika tidak , ia akan berteriak sehingga semua tetangga datang dan mereka akan dapat masalah.
Yong Sul berkata kalau ia akan menusuk Park Ha, tapi Lee Gak menghentikannya karena ia berpikir kalau Park Ha sudah menyihir mereka. Ia kemudian menyuruhnya untuk menarik kembali mantranya. Park Ha bertanya darimana asal mereka dan menawarkan untuk mengantarkan mereka pulang. Mereka kemudian berkumpul dan berdiskusi. Man Bo berpikir kalau disini berbahaya dan sebaiknya mereka kembali ke istana. Lee Gak kemudian meminta Park Ha untuk mengantarkannya ke istana. Yong Sul mengumumkan kalau Putra Mahkota akan pergi. Park Ha hanya ternganga melihatnya.
Park Ha membawa mereka dengan truknya. Yong Sul, Man Bo dan Chi San duduk dibelakang dan terus memandang sekelilingnya dengan shock. Lee Gak tak kalah shock, ia duduk didepan sambil memegang sabuk pengamannya dengan erat.
Ketika lampu merah, Park Ha berhenti tiba-tiba membuat ketiga pria yang duduk dibelakang kaget dan terjatuh. Park Ha bertanya yang harus ia lakukan hanyalah mengantar mereka ke istana Gyeongbok? Lee Gak memarahinya karena Gyeongbok sudah habis terbakar dan belum dibangun lagi, jadi mereka tidak bisa kesana. Park Ha menyindirnya yang membuat Lee Gak tambah marah dan menyuruhnya pergi ke istana Cheongbok.
Mereka tiba di istana Cheongbok dimana 3 orang yang dibelakang mabuk sedangkan Lee Gak tidak tahu bagaimana membuka pintu mobil sehingga Park Ha harus melakukan untuknya. Chi San membantu Lee Gak keluar yang membuat Park Ha tertawa dan bergunam kalau mereka benar-benar serius menirukan kebiasaan masalalu. Park Ha membuka jendela dan berkata jika mereka sudah selesai menyalurkan stress mereka, sebaiknya mereka pulang. Walaupun keadaan sulit, jika mereka mencari , banyak hal yang bisa mereka lakukan. Ia juga meminta mereka untuk hidup dengan baik dan kembali ke kehidupan normal mereka. Ketika Park Ha menyalakan mesin, mereka semua kaget. Man Bo penasaran dan melihat bagian belakang truk, ia juga melihat nomor polisinya.
Lee Gak bertanya pada Man Bo apakah ini tempat yang benar. Man Bo memeriksa gerbang depan dan memastikan kalau ini istana yang benar. (bengawanseoul.com)Chi San kemudian berteriak kalau Putra Mahkota datang dan menyuruh mereka membuka pintu. Tapi tidak ada yang menjawab. Lee Gak melakukan hal yang sama kemudian menggedor gerbang itu. Tetap saja hening. Tiba-tiba ada polisi datang dan menyalakan lampu sorot pada mereka. Polisi itu memberitahu mereka kalau mereka tidak boleh ada disana dan menyuruh mereka pulang jika syuting sudah selesai. Mereka jadi bingung dan terus berjalan berputar-putar. Polisi itu berteriak menyuruh mereka cepat pergi, “ Hei Pangeran! Kalian berempat cepatlah pergi!”
Akhirnya mereka kebingungan dan berdiri ditengah jalan. Mereka diteriaki saat mereka mencoba menyeberang jalan. Polisi yang sama muncul dan berteriak pada mereka, “Sudah kubilang pulanglah setelah selesai syuting. Apa yang kalian lakukan? Cepatlah pergi!”
Di rumahnya, Park Ha memasang kunci pintu yang baru.
Lee Gak berdiri didepan sebuah minimarket untuk berteduh dari hujan. Ia melihat beberapa orang siswa sedang makan ramen. Ia terlihat lapar dan terus memandangi mereka. Beberapa siswa itu merasa tidak nyaman dan segera pergi. Perut Lee Gak berbunyi sehingga ia masuk ke dalam minimarket dan berkata pada penjaganya ia minta ramen dan akan membayar lebih jika istana Cheongbok (bagian keuangan Joseon) sudah buka. Gadis itu bingung dan berkata hur (remeh) sehingga Lee Gak marah padanya dan menyuruhnya segera memberikan mi ramen itu. Penjaga toko hanya berkata daebak (hebat) kemudian menelpon polisi.
Lee Gak di usir dari minimarket dan polisi yang sama muncul lagi, “ Apa ada kamera tersembunyi disini? Siapa orang-orang ini?” Ia kemudian menyuruh ketiga orang yang lain keluar dari mobil patrolinya. Lee Gak bertanya apa mereka juga tidak berhasil mendapatkan makanan. Mereka menundukkan kepala mereka karena malu.
Akhirnya mereka berempat masuk penjara. Polisi yang sama melihat mereka dan heran kenapa mereka ada disitu, ketika dengan sengaja ia terus melepaskan mereka. Polisi itu bertanya kenapa mereka dipenjara. Polisi yang lain memberitahunya kalau mereka berempat mencoba masuk istana Cheongbok tanpa membeli tiket masuk.
Polisi menanyakan nama dan umur. Setiap orang memberitahukan nama mereka tahun lahir yang aneh. Polisi itu memandang dengan pasrah. Lee Gak, “Aku adalah Putra mahkota. Kau hanya perlu tahu itu.” Polisi menulis sesuatu dalam laporannya, mungkin menyebut mereka gila.
Polisi memberitahu mereka kalau mereka tidak bisa keluar, jika mereka tidak mengatakan siapa wali mereka. Tapi ke empat orang itu memandang polisi lain yang sedang makan.
Man Bo kemudian bertanya apa yang dimaksud dengan informasi wali? Polisi itu menjelaskan dengan gaya berbicara Joseon kalau yang dimaksud adalah alamat, nomor telpon atau plat nomor polisi sambil menunjukkan contohnya. Man Bo memandanginya kemudian teringat kalau ia pernah melihat plat nomor polisi Park Ha.
Park Ha pergi ke rumah Sena tapi tidak ada seorangpun yang membukakan pintu. Ia kemudian melihat ada sandal yang terselip di pintu sehingga ia bisa masuk. Park Ha berteriak kalau ia akan memasukkan belanjaan dan pergi,. Tiba-tiba Tae Mu keluar hanya memakai handuk sambil bertanya bukankah Sena membawa kunci. Keduanya kaget dan Park Ha berkata kalau ia hanya mengantar makanan untuk unninya dan pergi. Sena muncul dan Park Ha langsung pamit. Sena heran bagaimana Park Ha bisa masuk dan bertanya apa Tae Mu yang membukakannya. Tae Mu bertanya siapa orang itu, kenapa memanggilnya unni. Sena berbohong kalau ia hanyalah gadis yang dikenalnya. Ia sudah membantunya sehingga gadis itu berbuat baik padanya.
Tae Mu sedang berada dimobilnya dan teringat kalau ia pernah melihat Park Ha di New York. Park Ha sudah melihat wajahnya. Ia jadi khawatir karena sekarang ada saksi mata kalau hari itu ia bertemu dengan Tae Yong.
Man Bo menuliskan sesuatu di kertas. Ternyata nomor plat polisi mobil Park Ha. Ia menggunakan pena seperti menggunakan kuas, jadi ia kelihatan seperti melukis. Man Bo menunjukkannya pada polisi dan berkata kalau itu nomor kontak walinya.
Park Ha pulang ke rumah dan melihat ke empat orang itu ada disana. Ia jadi bingung kenapa mereka datang lagi. Seorang polisi keluar dan bertanya apakah ia Park Ha dan apakah ia mengenal mereka. Park Ha membenarkan, ia kemudian tersadar kalau ia salah kemudian mengkoreksi kalau ia tidak tahu. Polisi itu bertanya apakah orang-orang itu datang dari rumahnya. (bengawanseoul.com)Park Ha membenarkan dan mencoba menjelaskan tapi polisi itu segera melarikan diri dan kembali ke mobilnya. Park Ha berusaha mengejarnya tapi ia tidak berhasil.
Park Ha menatap mereka berempat dengan marah dan segera naik ke rumahnya. Tiba-tiba Chi San berpura-pura pingsan, Man Bo pun berkata kalau Chi San pingsan karena belum makan selama 2 hari. Mereka berusaha terlihat menyedihkan agar Park Ha tidak tega.
Akhirnya Park Ha memasak untuk mereka.
Mereka tidak memakannya. Park Ha heran kenapa mereka tidak mau makan padahal mereka kelaparan selama 2 hari. Man Bo bertanya pada Lee Gak kalau mereka tidak berani makan bersamanya. Man Bo minta meja terpisah tapi Park Ha tidak punya. Lee Gak berkata kalau ini darurat dan menyuruh mereka makan. Lee Gak makan diatas meja sedangkan yang lain di lantai. Park Ha menyuruh mereka pergi setelah selesai makan. Ia heran dimana mereka mendapatkan pakaian itu.
Lee Gak bertanya nama makanan itu dan Park Ha menjawab kalau itu Omurice (nasi goreng dibungkus telor dadar). Ke empat orang itu langsung mengulangi kata-kata Park Ha. Lee Gak berkata kalau sejak datang ke sini ia merasa sangat gembira. Ketika pelayannya segera membungkuk dan memberi selamat membuat Park Ha kaget. Tiba-tiba pemilik rumah mengetuk pintu dan menyuruh Park Ha keluar. Ketika Park Ha sudah pergi, Yong Sul, Man Bo dan Chi San menjilat piring mereka. Sedangkan lee Gak menyendok sisa-sisa nasinya
Ternyata Park Ha diperkenalkan dengan tetangga baru. Ia akan satu kamar dengan Becky. Tetangga baru itu namanya Lady Mimi. Ia kelihatannya seorang peramal dan berkata kalau Park Ha akan dikelilingi pria yang hebat dan memuji kalau Park Ha pintar menilai pria.
Yong Sul berusaha membuka botol air. Ia tidak memutarnya, tapi menariknya. Tentu saja botol itu tidak mau terbuka. Man Bo kemudian membantunya, tapi ia terjatuh dan menduduki remote TV, sehingga Tv langsung menyala. Kebetulan sekali TV itu memutar film War of Arrow. Aktornya sedang memegang busur dan memanah diarahkan ke penonton sehingga Yong Sul langsung melindungi Lee Gak. Yong Sul berkata kalau ini berbahaya kemudian menngayunkan pedangnya ke TV itu. Ia melihat kalau aktrisnya dijadikan tawanan, jadi ia menendang TV itu.
Becky bertanya apa pekerjaan Lady Mimi membuat kartun di internet. Lady Mimi berkata kalau ia sensitif ketika ia bekerja sehingga ia ingin ketenangan. Park Ha berkata kalau lingkungan itu tenang.
Didalam rumahnya, setelah Yong Sul menendang TVnya, rice cookernya berbunyi, Yong Sul langsung menghancurkannya, Man Bo terjatuh dan mengenai pemanas ruangan.
Pemilik rumah memberitahu para penyewa untuk memberitahunya kalau mereka membutuhkan paku. Ia juga memperingatkan mereka agar hati-hati dengan api
DI rumah Park Ha, api dari pemanas mulai merambat mengenai tirai. Api pun mulai berkobar. Lee Gak heran kenapa api itu menyala dengan mudah. Mereka jadi bingung kemudian Man Bo nenemukan air di dalam WC duduk. Ia segera mengambil air yang ada didalamnya dan memasukkan ke dalam mulutnya, kemudian menyemburkannya ke api. Ia menyuruh yang lain melakukan hal yang sama. Man Bo terpeleset dan jatuh menimpa boneka teddy bear dan membuatnya berbunyi. Yong Sul langsung bersiap menyerang dan bertanya, “Dimana kau?” Man Bo melemparkan boneka itu ke udara, sedangkan Yong Sul langsung “membunuhnya “ dengan pedang sehingga isinya bertebaran.
Park Ha masuk ke rumahnya dan melihat kekacauan itu kemudian menjerit. Ia segera memadamkan api.
Ia berdiri dan didepannya ke empat pria itu menunduk. Badan mereka dipenuhi bubuk putih dari alat pemadam kebakaran.
Ke empat orang itu berusaha melarikan diri, tapi Park Ha menyuruh mereka berhenti.
Ia menyuruh mereka mendekat dengan menggunakan isyarat tangan. Chi San langsung memarahinya karena berani menunjukkan jarinya pada Lee Gak. (bengawanseoul.com)Park Ha tidak peduli dan berkata, jika mereka orang penting dan mempunyai jabatan tinggi, kenapa mereka makan darinya, mengusap mulut mereka kemudian mencoba melarikan diri. Ia kemudian menekan Lee Gak, apa itu yang dilakukan seseorang yang mempunyai jabatan tinggi? Ia ingin mereka membayar kerusakan yang telah mereka perbuat. Lee Gak memberitahunya kalau sebagai Pangeran ia tidak suka disebut tidak tahu malu dan tidak bertanggungjawab, ia mendongakkan kepalanya “ Apa yang harus kulakukan untukmu agar kau puas?”
Keempat pria itu membuka pakaiannya dan memberikan pada Park Ha dari celah pintu. Park Ha menyuruh mereka melakukan apa yang sudah diajarkannya, membereskan rumah, menggunakan kain pel untuk membersihkannya, mandi serta menunggu dengan patuh. Ia akan membawa pakaian mereka, supaya mereka tidak melarikan diri. Jika mereka menyentuh sesuatu atau membuat masalah lagi, ia akan menelpon polisi. Ia bertanya apa mereka mengingat tempat mereka di penjara kemarin, haruskah ia menelpon polisi? Mereka langsung mengeluarkan tangannya dan berkata tidak.
Park Ha berada disebuah laundry. Ia menelpon polisi untuk mencari tahu apakah ada orang yang melaporkan orang hilang, orang yang sedikit gila. Tapi tidak ada yang melaporkannya.
Pemilik laundry memandang baju-baju itu dan bertanya darimana ia mendapatkannya. Park Ha berkata kalau ia tidak ingin mencucinya disini, ia hanya ingin menyimpannya disini. Pakaian itu untuk jaminan, supaya orang-orang itu tidak melarikan diri. Pemilik laundry bertanya lagi apakah ini seperti cerita peri dan penebang kayu. Dengan tegas Park Ha menjawab kalau ia lah penebang kayu, ia akan mempekerjakan mereka seperti budak. Ia berjanji akan mampir dan mengirimkan sedikit sayuran.
Ke empat orang itu memakai baju olahraga. Lee Gak merah, Yong Sul biru, Man Bo hijau dan Chi San kuning. Mereka tidak tahu cara menaikkan resleting, jadi Park Ha member contoh dan menaikkan resleting Lee Gak. Lee Gak dan Park Ha merasa canggung karena mereka sangat dekat. Park Ha langsung melepas tangannya dan membantu Yong Sul serta Chi San, sedangkan Man Bo bisa menaikkannya sendiri. Ketika lee Gak akan duduk, Park Ha langsung berteriak padanya, “Siapa yang memperbolehkanmu duduk!”
Ia membuat mereka membantunya mengangkat sayuran ke dalam truk, tapi Lee Gak diam saja dan tidak mau bekerja. Park Ha menghitung kerusakan di rumahnya yang totalnya 720.000 won. Man Bo kemudian bertanya berapa lama mereka harus bekerja untuknya. Park Ha senang karena paling tidak Ajussi hijau bisa diajak berkomunikasi. Ia memberitahu mereka kalau upah harian mereka 30.000 won ditambah uang makan. Ia kemudian melirik Lee Gak dengan sinis, karena salah satu diantara mereka tidak mau bekerja, jadi satu hari mereka mengumpulkan 90.000 won, sehingga mereka perlu bekerja padanya 8 hari.
Lee Gak bertanya dimana Park Ha menyembunyikan bajunya karena baju yang dipakainya sangat aneh. Park Ha mengabaikan Lee Gak dan memarahi Chi San karena ia terus menjatuhkan sayuran. Lee Gak mendekat dan bertanya apa Park Ha tidak mendengar kata-katanya. Park Ha memberitahunya kalau ia akan mengembalikan baju itu ketika hutang mereka sudah lunas. Ia kemudian berteriak pada Chi San karena terus menjatuhkan sayuran. Dengan geram Lee Gak bergumam, “Aku akan menghukum gadis itu dengan hukuman pukul!”
Tae Mu dan Sena sedang makan siang. Tae Mu bertanya tentang Park Ha. Sena terlihat kaget. Tae Mu berbohong kalau ia belum mengucapkan selamat datang dengan benar. Ia merasa sangat mengenalnya dan berpikir apakah mereka tinggal di daerah yang sama. Ia juga bertanya apakah Park Ha pernah tinggal di Amerika. Sena berbohong kalau Park Ha tinggal di pedesaan dan baru datang ke Seoul. Tae Mu terlihat lega.
Nenek di rawat di rumah sakit. Ia memberitahu dokter kalau kepalanya sangat sakit. Dokter menyuruhnya istirahat, setelah tidur, ia akan meneruskan testnya. Nenek menyuruh Sena untuk tidak memberitahu bibi, karena jika ia datang, karena akan merepotkan.
Park Ha mengajari para pria itu cara menggunakan sumpit kayu dan makan ramen. Mereka tidak bisa melakukannya dengan benar sehingga Park Ha menyuruh mereka langsung makan saja. Ketika telponnya berbunyi, mereka semua kaget. Ia heran apakah mereka hanya akting atau beneran, karena mereka melakukannya dengan baik. Ia mendapat telpon dari Sena yang mengajaknya bertemu.
Park Ha pergi ke rumah sakit dan menyuruh keempat ajussi untuk tinggal dan tidak pergi kemana-mana. Lee Gak merengek kalau ia capek dan ingin pulang ke rumah. Park Ha langsung memarahinya bagaimana ia bisa capek jika ia tidak melakukan apapun. Ia menekankan, jika ia kembali dan tidak menemukan mereka, ia akan meninggalkan mereka. Lee Gak bergumam kalau ia akan menyiksa gadis itu dengan siksaan kaki.
Sena membicarakan tentang kedatangan Park Ha di apartemennya pagi itu. Park Ha mengerti dan berjanji tidak akan mencampuri urusannya lagi. Sena berkata bukan itu yang dimaksudnya. Mereka baru bertemu dua tahun dan terlihat begitu dekat. Tapi mereka tidak berhubungan darah, ia selalu bingung ketika orang-orang menanyakan siapa dirinya. Ia meminta Park Ha untuk tidak memanggil ibunya ibu dan menjaga jarak dari mereka. Park Ha merasa tersinggung dan bertanya apakah ia berbuat salah. Sena menjawab kalau mereka tidak ditakdirkan bersama tapi keadaan yang membuat mereka bersama. Dengan sedih Park Ha berkata kalau ia terlalu kasar. Sena menyuruhnya memikirkannya dan tidak kecewa.
Lee Gak sedang berjalan-jalan dan melihat Sena dari jendela kaca. Ia melihat kalau Sena sangat mirip dengan istrinya. Ia langsung memanggilnya dan mengejarnya dari luar ketika Sena pergi. Ia kemudian berlari masuk dan menabrak kaca. Ia pingsan dan para pengawalnya segera berlari kearahnya.
Park Ha merasa marah. Ketika ia beranjak pergi, ia melihat 3 pria yang lain berlari. Park Ha bertanya-tanya apa lagi yang terjadi.
Lee Gak terbangun di rumah sakit dan memanggil istrinya. Ia berjalan berkeliling dan para pengawalnya mengikutinya.
Diluar, ketiga pengawalnya berlutut sedangkan Lee Gak duduk di kursi. Lee Gak yakin kalau Sena adalah istrinya walaupun ia memakai baju orang jaman sekarang. Park Ha datang dan berkata ia tidak peduli siapa yang mirip istrinya dan menyuruhnya mencarinya lain waktu karena sekarang mereka ada urusan. Ia memencet hidung Lee Gak. Yang lain mencoba menghentikannya, tapi mundur kembali ketika Park Ha memelototi mereka. Lee Gak merasa tidak tahan dan mengancamnya, tapi Park Ha memencet hidungnya lebih keras lagi.
Park Ha juga memarahinya karena ia tidak memberitahu nomor IDnya, ia harus membayar biaya rumah sakit, ia akan memasukkannya dalam tagihan mereka. Ia menyuruh Lee Gak untuk mengikutinya, tapi menyuruh ketiga pria yang lain menunggu dan tidak boleh bergerak se inci pun. Lee Gak langsung ketakutan dan memegang hidungnya lagi.
Ia membawa Lee Gak ke ruang tunggu ruang rontgent. Ia menyuruhnya menunggu sampai seorang perawat memanggilnya “whangtaeshi” ( gabungan antara putra mahkota dan ajusshi) dan menyuruhnya masuk ke dalam ruangan untuk meng x ray hidungnya. Setelah selesai, ia harus diam disini. Lee Gak bergumam kalau ia melihat istrinya dan berdiri, tapi Park Ha membuatnya duduk lagi.
Nenek sedang berada di kursi rodanya dan di dorong ke suatu tempat. Tak sengaja ia melihat Lee Gak yang sedang menunggu dan menyuruh perawat untuk membawanya kesana. Tapi Lee Gak sudah tidak disana lagi. Ia pun berusaha masuk ke ruang x ray. Perawat berusaha menenangkannya. Nenek pun menangis karena teringat Tae Yong.
Nenek sedang duduk bersama Tae Mu, ayah Tae Mu, adik iparnya serta Sena. Iparnya bertanya apakah ia benar-benar melihat Tae Yong. Nenek merasa tidak yakin karena orang itu menatapnya tapi tidak mengenalinya. Mungkin ia hanya membayangkannya saja. Ayah Tae Mu mempergunakan kesempatan ini dan berkata kalau ia akan menyuruh Tae Mu tinggal dengannya untuk merawatnya. Iparnya kemudian menyuruh Sena untuk memindahkan barang-barang Tae Yong supaya Tae Mu bisa pindah. Sena tidak menjawab, ia melirik ke arah nenek. Nenek mengangguk dan Sena berjanji melakukannya.
Lee Gak heran kenapa mereka bisa melompat 300 tahun ke masa depan. Yong Sul berpikir kalau seharusnya mereka segera kembali ke Joseon. Man Bo berpikir, kalau rumah Park Ha adalah jalan masuk juga jalan keluar mereka. Lee Gak menyimpulkan kalau mereka ada disini untuk alasan tertentu. Masalah Putri Mahkota dan keberadaan mereka disini pasti ada hubungannya. Ia mengumumkan kalau mereka akan tinggal disini karena rumah ini yang menghubungkan mereka dengan masa lalu. Park Ha berteriak dan menyuruh mereka tidur.
Lee Gak tidak bisa tertidur karena teringat istrinya sedangkan Park Ha tidak bisa tidur karena teringat kata-kata kasar Sena. Ketika ia pergi keluar, ia melihat Lee Gak juga ada disana. Park Ha beralasan kalau Chi San dan Yong Sul mendengkur terlalu keras sehingga ia tidak bisa tidur. Ia kemudian bertanya kenapa Lee Gak belum tidur? Lee Gak memberitahunya kalau hatinya sedang gelisah.
Park Ha mengeluarkan soju dan krim kocok. Jika hati sedang gelisah, ini adalah hal terbaik. Ia menuangkan soju dan menyuruh Lee Gak minum. Lee Gak meminumnya dan berkata kalau minuman itu sangat keras. Park Ha menyuruhnya membuka mulut dan menyemprotkan krim kocok ke dalam mulutnya. Lee Gak berkata kalau krim ini manis. Park Ha melakukan hal yang sama dan Lee Gak berkomentar kalau cara makannya tidak sopan. Park Ha memberinya segelas soju lagi. Lee Gak meminumnya dan menyemprotkan banyak krim kedalam mulutnya sehingga belepotan. Park Ha tertawa. Ketika ia mencoba mengajarinya, ia juga menaruh terlalu banyak krim ke dalam mulutnya. Lee Gak juga tertawa melihatnya.
Mereka menghabiskan sebotol soju. Lee Gak mencondongkan badannya dan berkata kalau wajah Park Ha membara (pipinya memerah karena setengah mabuk). Lee Gak memegang pipinya dengan kedua tangannya dan menyuruhnya diam. Park Ha merasa malu. Lee Gak berkata kalau pipinya hangat karena kedua tangannya kedinginan. Park Ha langsung melepaskan tangannya, berapa umurnya, kenapa ia melakukan hal seperti ini.
Lee Gak berkata kalau ia lebih tua 300 tahun darinya. Park Ha berjanji untuk tidak mengatakan pada siapapun dan bertanya apakah ia benar-benar dari Joseon. Lee Gak mengangguk. Park Ha, “Daebak!”
Paginya, Park Ha mengajari mereka menggosok gigi. Mereka semua menelan air bilasan setelah menggosok gigi. Park Ha mengajari mereka bagaimana menggunakan toilet duduk dan menyiram. Man Bo teringat kalau ia pernah memasukkan air itu ke dalam mulutnya dan ia pun muntah.
Ia juga mengajari mereka menggunakan microwave dan kompor gas. Mereka semua bertepuk tangan dan menghangatkan tangan mereka.
Park Ha mengajari mereka menyeberang jalan. Berhenti ketika lampu merah dan berjalan ketika lampu hijau. Ketika Park Ha berteriak merah, Lee Gak langsung merentangkan dan melarang mereka berjalan karena ia juga berwarna merah. Ketika lampu hijau, Man Bo memimpin mereka menyeberang jalan karena ia berwarna hijau.
Park Ha juga mengajari mereka naik bis. Mereka memberi Lee Gak tempat duduk dahulu. Ketika Park Ha memandang ke bawah, ternyata mereka semua tidak memakai sepatu. Park Ha langsung menghentikan bis. Dipinggir jalan terlihat empat pasang sepatu berjejer dengan rapi.
Park Ha mengajari mereka bagaimana berbelanja dengan menggunakan uang. Ia menyuruh mereka memperhatikan karena nilai uang berbeda-beda. (bengawanseoul.com)Ketika mereka melihat gambar Raja Sejong pada uang 10.000 won, mereka langsung berlutut dan menghormat termasuk Lee Gak.
Ibu Sena menelpon Park Ha. Park Ha langsung menyuruh mereka diam. Ibu ingin meminjam truknya karena Sena membutuhkannya untuk memindahkan barang. Park Ha teringat kata-kata Sena, ia menjadi ragu-ragu. Tapi karena tidak orang lain yang bisa mengerjakannya, ia terpaksa setuju. Ketika ia menengok, ia melihat Lee Gak berada di atas eskalator, ketakutan dan tidak tahu harus berbuat apa. Yang lain berusaha memeganginya supaya ia tidak naik. Man Bo menyuruh Park Ha untuk menolong mereka.
Park Ha membawa mereka ke tempat nenek untuk membantunya memindahkan barang. Ia memberitahu mereka kalau ia yang membantu memindahkan barang. Park Ha kemudian memberitahu Lee Gak kalau ia harus pergi membeli kotak dan lakban. Ia menyuruh Lee Gak diam dan tidak kemana-mana. Ia membawa Man Bo, Yong Sul dan Chi San untuk membelinya dan menyuruh Lee Gak menunggu.
Pembantu rumah membukakan pintu dan mengantarlkan Lee Gak masuk. Pembantu itu menyuruhnya memindahkan barang di kamar Tae Yong. Lee Gak masuk dan melihat kamar itu. Ia kaget ketika melihat foto Tae Yong. Ia memandang dirinya di kaca kemudian melihat foto itu lagi. Wajah mereka sama.
Nenek masuk dan berkata sebelum barang-barang Tae Yong dipindahkan, ia ingin melihatnya sekali lagi. Ia kaget ketika melihat Lee Gak. Ia memeluknya dan memanggilnya Tae Yong.
Park Ha datang dan heran kemana ajussi merah pergi. Ia menyuruh yang lain segera membawa kotak itu masuk. Sena dan Tae Mu datang. Tae Mu langsung masuk ke dalam sedangkan Sena bertanya kenapa Park Ha ada disini.
Ketika Tae Mu masuk, nenek turun bersama Lee Gak. Ia mengumumkan kalau Tae Yong sudah kembali. Ketika Lee Gak menunjukkan wajahnya, Tae Mu kaget. Mereka saling memandang……
Credit: www.dramabeans.com
Posted by Seoulmate™
Labels: Korean Drama, rooftop prince, sinopsis
38 comments:
anishuchie mengatakan...
sumpah ngakak gokil abis.... wakaka.....
26 Maret 2012 02.10
Anonim mengatakan...
lucu lucu lucu
26 Maret 2012 06.30
Anonim mengatakan...
keren keren keren
26 Maret 2012 06.36
Anonim mengatakan...
Keren....
26 Maret 2012 06.40
linda mengatakan...
hhahaha
sumpah bikin ngakakkk....
26 Maret 2012 07.14
Anonim mengatakan...
hahaha
seru-seru ceritanya, apalagi yoochun...
26 Maret 2012 08.56
Vera ningtyas mengatakan...
seru bangettt......ga sabar nunggu selanjutnya nie
26 Maret 2012 20.42
Kelana mengatakan...
kereen lanjut ya . . .
26 Maret 2012 20.44
Ququdz mengatakan...
Gambar kartunnya lucu2 =-O seru ceritaY
26 Maret 2012 23.35
liberty86 mengatakan...
wkwkwk lucuuuu... kapan lagi nieh?????????
27 Maret 2012 00.41
nevi mengatakan...
suka suka suka
tp kok ratingnya lebih bagusan king 2 hearts ya??pdhl aq b'hrp nie yg jd no 1
27 Maret 2012 08.31
Anonim mengatakan...
wkwkwk... gakgak cape ketawa bacanya, makasi ya..
28 Maret 2012 06.40
Creati_Ve mengatakan...
wkakkakkaa.... lucuuuuuu... :))
jadi pengenn donloddd..xiix
28 Maret 2012 07.33
Anonim mengatakan...
ngk sabar beli DVD bajakannya!!!!!!!!!!!!!!!
28 Maret 2012 20.38
Sarah Narin mengatakan...
hahahah.. lucu xD
28 Maret 2012 22.02
Anonim mengatakan...
walaupun udh nonton engsub'a tp baca sinopsis'a gy tetep bikin ngakaak..
ga heran yoochun sndiri nonton ep 2 ni smpe 5x..
gokiil abiiis..
*proud of you prince lee gak*
29 Maret 2012 01.10
Anonim mengatakan...
ngakak abiz... Ditunggu kelanjutanx yaah unnie, makasih sdh dibuatin sinopsisx. @_@
29 Maret 2012 03.27
onix'kyumin ondubu mengatakan...
Kereeen ceritanya,,,,
lanjut dong sinopsisnya min...
Plisss
thx u
29 Maret 2012 05.42
Felice Sihombing mengatakan...
Dramanya gokiiilll, bikin ngakak, yg pasti suka sama actingnya yoochun.. :))
penasaran episode 3-nya, lanjutin sinopsisnya dong,biar agak ngerti dikit pas nonton engsubnya! thank you. :)
29 Maret 2012 08.47
Anonim mengatakan...
aaaaaaaaaaaa...sumpahh ngakak
31 Maret 2012 21.38
Anonim mengatakan...
gi....leeee kreenn banget micky oppa jadi lucu bnget !!!
1 April 2012 06.52
Anonim mengatakan...
hemmmmm
konyol banget dah,,,,, XD
3 April 2012 02.10
Anonim mengatakan...
seruu bgt!! ^0^
jadi pingin nonton film nya, tpi blm kluar di indonesia..u,u T_T
thx udah posting sinopsis nya ^^
5 April 2012 10.47
Icha mengatakan...
Lucuuu sangat
ngakak tak hbis2x
13 April 2012 03.19
Anonim mengatakan...
benar-benar aneh.tapi seru
30 April 2012 06.38
Anonim mengatakan...
ngaka abis
13 Mei 2012 20.43
party mengatakan...
hahahahahaha,,,,
sumpah gokil bagat,,,,
16 Mei 2012 04.43
party mengatakan...
hahahahahaha,,,,
sumpah gokil bagat,,,,
16 Mei 2012 04.44
lya chacha mengatakan...
haha...perutq sampai sakit..
sumpah gokil bget...
12 Juni 2012 22.20
Anonim mengatakan...
hahahahah....kocak abiiizzzzzzz..
kaga tahaann,,ngakak teruzz ni, TOP deh nie drama!!
20 Juni 2012 05.31
Annisa mengatakan...
the best nih film..
25 Juli 2012 00.32
Anonim mengatakan...
Hahaha....episode 2 ini lucu bgt ya ampuuuuun...aku bacanya sambil ngakak ngakak. Makasih ya^^
10 Maret 2013 18.43
Anonim mengatakan...
awal nya sih bikin bingung cerita nya, tapi lama lama seru dan lucu , :D
11 Maret 2013 05.24
melody mengatakan...
bagus bgt
11 Maret 2013 17.56
citra mengatakan...
drama ini buat ku penasaran setelah aku lihat bgus bgt gokil abis deh he he
11 Maret 2013 18.01
ugi yasmin mengatakan...
Kayaknya seru deh kayak liat dong yi n raja. Lucu
14 Maret 2013 21.59
yeoja gaemgyu mengatakan...
arrgh.. Gokil abis ni Drama
17 Maret 2013 00.46
bumbum mengatakan...
like it
20 Maret 2013 02.56
Poskan Komentar
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
안녕하세요
email aktip :
°•♡•° BengawanSeouL.com
HOME
About BengawanSeouL
Contact Us
Product T-Shirt
Product Seoulvenir
°•♡•° LOPeR KOReAN °•♡•°
▼ 2012 (68)
► Juni (3)
► Mei (2)
► April (13)
▼ Maret (19)
► Mar 30 (1)
► Mar 27 (1)
▼ Mar 26 (1)
ROOFTOP PRINCE EPISODE 2
► Mar 24 (1)
► Mar 22 (3)
► Mar 20 (1)
► Mar 19 (1)
► Mar 17 (1)
► Mar 15 (1)
► Mar 12 (2)
► Mar 07 (1)
► Mar 05 (1)
► Mar 04 (2)
► Mar 02 (2)
► Februari (17)
► Januari (14)
► 2011 (158)
Hanbox Office
49 days (21)
asesoris (1)
bengawanseoul (2)
can't lose (19)
chibi korea (3)
city hunter (21)
couple Korea (1)
flower boy ramyun shop (18)
gantungan kunci (1)
gokil (1)
hanbok (1)
jade palace lockheart (26)
kaos korea (5)
king 2 heart (12)
Korean Lover (3)
lyrics (1)
my Princess (17)
Painter of the wind (21)
rooftop prince (14)
Seoulmate (3)
sinopsis (204)
soundtrack (5)
the greatest love (17)
the moon that embraces the sun (29)
tourism destination in Korea (1)
wild romance (1)
KoREAtif LiNK
adaideaja corp
KaosTomat: Kaos Lucu
Kaos Papananda: Beby Lucu
adverSinting gokil
pesen jaket kelas
Behind The Scene Gokil
desain web keren
Seminar owner BengawanSeoul
EURO 2012
KPOP Detik
DagDigDug nggak?
K-Pop Corn
K-Ompas
Fun Tees Distro
clean like seoul
안녕하세요
follower
BerSeouL: sit suit
profile
Wahyu Liz Adaideaja™
WahyuLiz
WahyuLiz bikinken label buat ibu-ibu PKK pic.twitter.com/rTXvAOGMiC 2 hours ago · reply · retweet · favorite
WahyuLiz bagi-bagi ilmu Kanuragan kebal AFTA pic.twitter.com/vbtFhO1MYg 3 hours ago · reply · retweet · favorite
WahyuLiz gerrsama pak Faisal Basri, IBN Jakarta pic.twitter.com/Tu0J69Tb0T 3 hours ago · reply · retweet · favorite
Join the conversation
어서 오세요
counter
Copyright (c) 2010 Just 4 Seoulmate: It's All About Korean Style. Designed by Free MMOs
Browser Games, Best Toys
Subscribe to:
Posts (Atom)